Breaking News:

Wabah Virus Corona

Protein Ini Diyakini Dapat Memecahkan Misteri Pengobatan Akibat Virus Corona

Cornell University membuat penemuan tentang virus corona baru atau SARS-CoV-2 dapat membantu para peneliti temukan obat yang tepat

Editor: Didik Triomarsidi
ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA
Petugas medis memeriksa pasien dengan SWAB Test di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (8/4/2020). Tes dengan sistem tersebut dilakukan guna mempersempit penyebaran COVID-19 di wilayah Depok dan sekitarnya. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww. 

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID - Banyak sudah riset dan penelitian untuk menemukan vaksin yang bisa membunuh virus corona atau covid-19 yang mengfeksi tubuh manusia

Salah satui studi baru dari Cornell University bahkan sudah membuat penemuan tentang virus corona baru atau SARS-CoV-2 dapat membantu para peneliti mengembangkan pengobatan yang tepat.

Dilansir Medical News Today (12/4/2020), sebanyak 5 peneliti dari Cornell University di Ithaca, New York, pernah meneliti tentang struktur dan mekanisme yang berkaitan dengan 2 jenis virus corona terdahulu.

Itu adalah SARS-CoV, virus yang dapat menyebabkan sindrom pernafasan akut yang parah (SARS) dan MERS-CoV, yang dapat memicu sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS).

Foto Pernikahan Ariel NOAH dengan Penyanyi Dangdut Putri Jamila Muncul, Ini Fakta Sebenarnya

Gagal Daftar via www.prakerja.go.id, Warga Kalsel Bisa Daftar di www.prakerja.kemnaker.go.id

Diskon Belanja Rp 220.000 di JD.ID dan Shopee dari BNI, Ini Tanggal Berlakunya

BREAKING NEWS: Innalillahi Dokter Spesialis Paru Senior di Banjarmasin Meninggal Dunia

Lalu kini mereka meneliti tentang SARS-CoV-2. Dalam penelitian awal mereka hingga sekarang, fokus penelitiannya yaitu pada spike protein atau protein lonjakan.

Ini adalah protein yang digunakan virus untuk mentransfer informasi genetik mereka ke dalam sel dan menyebabkan infeksi.

Penelitian mereka diterbitkan dalam jurnal Antiviral Research.

Ilustrasi virus corona (COVID-19).
Ilustrasi virus corona (COVID-19).(Kemenkes)

Replikasi virus

Dalam penelitian mereka, secara khusus melihat fusion peptides, asam amino rantai pendek dalam protein lonjakan dari virus corona yang mereka pelajari.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved