Berita Kabupaten Banjar

VIDEO Langkah Dinas PUPR Banjar Menyikapi Rusaknya Jalur ke Pedalaman Paramasan

Badan jalan hanya berupa tanah yang berlubang di sana sini dan pascahujan menjadi rawan karena sangat becek, licin, dan lengket.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Keterbatasan infrastruktur di pedalaman Kecamatan Paramasan menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sejak beberapa tahun lalu hingga saat ini PUPR Banjar masih berupaya berjuang untuk mendapatkan sokongan pendanaan dari pemerintah pusat (Kementerian Pekerjaan Umum) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Ini mengingat untuk memperbaiki jalan menuju pedalaman Paramasan diperlukan dana yang lumayan besar.

"Biaya pengaspalan per kilometer sekira Rp 2 miliar, sedangkan total panjang jalannya mencapai 70-an kilometer dari simpang empat Pengaron hingga Paramasanatas. Tinggal dikalikan saja, cukup besar biayanya," sebut Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Banjar Ahmad Solhan, Rabu (15/4/2020).

Video Ayu Ting Ting Pakai Tank Top Saat Promosi Makanan, Sohib Igun Dinyinyir

VIDEO Tiba di Tapin, Suhu Tubuh Puluhan Santri Pondok Pesantren Darul Hijrah Langsung Diperiksa

VIDEO Mediasi dengan Wali Kota Banjarmasin, Warga Setuju Gedung BTIKP Jadi Lokasi Karantina ODP

Pejabat eselon III di Bumi Barakat ini menuturkan pada tahun 2019 lalu pihaknya juga kembali mengajukan usulan ke pusat. Namun seperti tahun sebelumnya, juga belum disetujui.

Apalagi pada tahun lalu kriteria yang ditetapkan cukup sulit dipenuhi yakni jalan yang diusulkan diaspal mesti menuju jalan nasional dan merupakan kawasan industri. Sementara kondisi yang ada saat ini di pedalaman paramasan tidak ada industri.

Permukiman penduduk di wilayah Paramasan juga banyak yang terpencar. "Ketika usulan kami sampaikan, mereka (pemerintah pusat) langsung klik peta satelit dan yang terlihat hanya berupa jalan menuju hutan. Hal-hal seperti ini lah yang kerap menjadi kendalanya," jelasnya.

Seperti telah dirilis banjarmasinpost.co.id, kondisi jalan menuju pedalaman di Kecamatan Paramasan seperti akses menuju Desa Angkipih, kondisinya compang-camping. Badan jalan hanya berupa tanah yang berlubang di sana sini dan pascahujan menjadi rawan karena sangat becek, licin, dan lengket.

Apalagi di jalur tersebut kondisi topografinya berupa perbukitan dan pegunungan sehingga ada sejumlah turunan dan tanjakan yang curam. Selain itu juga tikungan tajam serta melintasi beberapa unit jembatan yang kondisinya juga mulai goyah.

Kerusakan badan jalan mulai terjadi sesak di wilayah Desa Belimbingbaru menuju Angkipih. Panjangnya sekitar tiga kilometer. Mahrani Ahmad, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Banjarmasin, yang baru saja usai KKN di Angkipih mengaku susah payah menjangkau desa tersebut dan beberapa kali armada yang dinaiki amblas di kubangan.

Mengenai hal itu, Solhan mengatakan sekira 2016 lalu jalan dari simpang empat Pengaron hingga Belimbingbaru pernah diaspal dan saat ini kondisinya mulai mengalami kerusakan.

"Kalau dari Belimbing ke Angkipih memang belum pernah diaspal. Selama ini penanganan yang dapat kami lakukan hanya bersifat spot-spot saja atau tambal sulam. Dulu pernah juga diperbaiki melalui kegiatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa)," jelasnya.

Apakah tahun ini ada rencana melakukan perbaikan secara spot-spot? Solhan mengatakan saat ini merupakan masa-masa sulit menyusul mewabahnya virus corona atau covid-19.

"Anggaran kegiatan kami otomatis juga tergerserkan untuk menyokong penanggulangan covid-19. Jadi, kegiatan penanganan jalan atau jembatan perlu diseleksi secara ketat sesuai kriteria dan ketersediaan dananya," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved