Tajuk

Latah Surat Utang

Sebenarnya apa yang dilakukan Arab Saudi dan Indonesia mengeluarkan surat utang adalah agar tetap bertahan saat pandemi covid-19

kontan
grafik surat utang negara 

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID - ARAB Saudi resmi merilis surat utang alias obligasi eurobond. Bukan tanpa sebab. Ekonomi Arab Saudi tertekan setelah harga acuan minyak mentah Brent anjlok sekitar 50 persen pada tahun ini ke level di bawah 30 dollar AS per barrel. Terlebih saat pagebluk Virus Corona.

Nilai utang atau obligasi Arab Saudi dengan nilai pemesanan telah menembus lebih dari 42 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 660,4 triliun (kurs Rp 15.725 per dollar AS). Jadi, Arab Saudi menawarkan obligasi dollar AS tiga bagian dengan tenor masing-masing 5,5 tahun, 10,5 tahun, dan 40 tahun.

Hampir mirip dengan Arab Saudi, Indonesia juga obligasi dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) yang diterbitkan pemerintah dengan tenor terlama yang pernah diterbitkan oleh negara-negara di Asia yakni hingga 50 tahun.

Lebih fantastis lagi, saat transaksi SBN pemerintah tersebut dilakukan, laku hanya dalam waktu semalam (overnight) dengan masing-masing tenor, yaitu 10,5 tahun dan 30,5 tahun laku senilai 1,65 miliar dollar AS dan untuk tenor 50 tahun laku 1 miliar dollar AS

Banjarmasin Post edisi Sabtu (18/4/2020).
Banjarmasin Post edisi Sabtu (18/4/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Totalnya, pemerintah telah memiliki ‘tabungan’ sebesar 4,3 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 68,8 triliun (kurs Rp 16.000) dari hasil lelang pertama Pandemic Bond.

Sebenarnya apa yang dilakukan dua Arab Saudi dan Indonesia ini adalah cara agar tetap bertahan saat terjadi pandemi seperti saat ini. Langkah serupa agaknya jadi trend dan juga sudah dipikirkan oleh ratusan ribu atau bahkan jutaan keluarga di Indonesia yang menggantungkan hidupnya dari penghasilan harian.

Tentunya mereka juga berpikir untuk mengeluarkan surat utang. Bedanya pemerintah bisa buat surat utang atau obligasi sendiri, sedangkan keluarga penghasilan ini surat utangnya dikeluarkan oleh koperasi, bank atau malah lembaga-lembaga pinjaman lain.

Ya, saat negara atau keluarga yang tak memiliki cadangan tabungan yang cukup untuk mendukung, tentunya surat utang jadi solusi. Akankah langkah seperti ini terus jadi solusi di tengah himpitan ekonomi (bagi keluarga harian) seperti saat ini?

Beruntunglah Anda yang memiliki tabungan saat melewati wabah corona saat ini. Artinya masih ada syukur di saat ratusan ribu atau bahkan jutaan keluarga di luar sana berlomba-lomba mencari ‘surat utang’ demi keberlangsungan hidup. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved