Breaking News:

Wabah Virus Corona

Stafsus Menteri BUMN Sebut Indonesia Bisa Bikin Ventilator, Kita Tak Perlu Ekspor Terus!

Saat ini beberapa perguruan tinggi bersama Kementerian ESDM sedang memproduksi purwarupa ventilator

Editor: Didik Triomarsidi

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Hingga saat ini Indonesia terus-terusan mengimpor alat kesehatan (alkes) sehingga menutup kesempatan untuk membuat sendiri.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyatakan hal itu akibat ada pihak yang sengaja memaksa agar Indonesia terus-terusan mengimpor alkes.

Hal itu ia ungkapkan dalam sebuah diskusi virtual, Minggu (19/4/2020).

"Kita selama ini (ada) trader (pedagang) yang melakukan trading. Di sini lah Pak Erick mengatakan ini ada yang memaksa supaya trading terus. Bukan bikin produk," kata Arya.

Alasan Napi Asimilasi Kambuh Lagi dan Berbuat Kriminal, Kurangnya Persiapan atau

Tak Gelar Tarawih dan Bukber, Masjid Istiqlal Hilangkan 17 Program di Ramadhan 2020

Cerita Sedih Perawat Pasien Corona, Diusir dari Kontrakan hingga Gugur dalam Tugas

Putra Mahkota Arab Saudi Beli Klub Liga Inggris disaat Negaranya Terlilit Utang akibat Covid-19

Arya mencontohkan upaya pemenuhan kebutuhan ventilator di Indonesia. Ia mengatakan Indonesia terus-terusan mengimpor ventilator.

Namun, saat ini beberapa perguruan tinggi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sedang memproduksi purwarupa ventilator untuk kebutuhan dalam menangani pasien Covid-19.

Beberapa purwarupa sedang diuji Kementerian Kesehatan dan akan diproduksi massal bila lolos proses uji.

Arya menilai hal itu menunjukkan sedianya Indonesia bisa memproduksi ventilator yang layak pakai.

Karena itu, ia menilai ada pihak yang selama ini sengaja membiarkan ketiadaan produsen ventilator dalam negeri agar mereka bisa diuntungkan dengan proses impor.

"Ternyata terbukti bisa kita bikin ventilator. Ini masih diuji ya. Tapi kalau berhasil maka Pak Erick (Menteri BUMN Erick Thohir) minta PT Pindad, PT DI dan, PT Len Industri untuk produksi ventilator," ujar Arya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved