Breaking News:

Ekomoni dan Bisnis

Harga Gula Pasir Turun Jadi Rp 18.000 di Pasar Antasari Banjarmasin

Terjadi penurunan harga gula pasir menjadi Rp 18.000, meski harga normal di pasaran di Kota Banjarmasin, Kalsel, seharusnya Rp 12.000.

Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/LENI WULANDARI
Suasana di Toko H Jaman di Pasar Antasari, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Senin (20/4/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Toko H Jaman di Pasar Antasari, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan ( Kalsel ), terlihat ramai, Senin (20/4/2020).

Keluarga dari pemilik toko, Muhammad Yani (47), menjelaskan adanya penurunan harga gula pasir menjadi Rp 18.000, meski harga normal di pasaran seharusnya Rp 12.000.

"Ini sedang turun harga gula pasir. Kemarin sampai harga Rp 20.000," ucapnya.

Kurang diketahui sebab turunnya harga gula pasir tersebut.

Namun, ia menjelaskan, penurunan harga gula pasir tidak bisa kembali ke harga awal secara cepat. 

Di sisi lain, penurunan harga gula pasir sudah dirasakan Acil Turiah, pedagang gorengan di kawasan Pasar Antasari tersebut sejak dua hari lalu.

Stok Gula Kosong, Bulog Kalsel Bilang dalam Proses Pengiriman

Harga Gula Pasir Turun Rp 2.000 Per Kg, Bulog Pastikan 250 Ton Gula Tiba Sebelum Ramadhan

Harga Gula Putih Rp 18 Ribu Per Kilogram di Banjarmasin, Persedian Tinggal Dua Minggu

Harga Gula di Kota Banjarmasin Masih Melambung, Ini Faktornya

Gula Kosong di Pasaran di Banjarmasin, Harganya Meroket hingga Rp 19 Ribu Per Kilo, Alasannya ini

"Iya (harga gula mengalami penurunan), sudah dua hari yang lalu. Awalnya kemarin bulan Maret itu sampai ada yang jual satu kilogramnya seharga Rp 21.000. Ya mau bagaimana lagi, karena kita perlu gula pasirnya, jadi mau tidak mau ya tetap dibeli," ucapnya.

Pasalnya, ia menjelaskan dalam satu hari gula pasir yang diperlukan untuk konsumsi di warungnya mencapai dua kilogram dalam sehari.

Sedangkan saat ini, ia hanya menghabiskan gula pasir sebanyak satu sampai 1,5 kilogram gula pasir dalam sehari.

Penurunan konsumsi gula yang terjadi di warungnya disebabkan berkurangnya pengunjung di Pasar Antasari.

Ditemui pada Senin (20/4/2020) siang, dia menerangkan, penjualan dagang gorengan di warungnya turun hingga 50 persen.

Dari yang sebelumnya pendapatan (belum terhitung modal) dalam sehari bisa mencapai Rp 500.000, sekarang rata-rata penghasilannya turun menjadi Rp 200.000.

"Kalau dulu sebelum ada virus Corona ini, kami berjualan sampai jam sembilan malam. Tapi sekarang paling ramai kami sampai jam empat sore, itu juga sudah sangat bersyukur," ucap Turiah, warga Kayutangi, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, ini. (Banjarmasinpost.co.id/ Leniwulandari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved