Wabah Virus Corona

Vaksin Antivirus Covid-19 Buatan Bill Gates Ditolak Siti Fadilah Supari, Ini Alasan Mantan Menkes RI

Vaksin Antivirus Covid-19 atau Virus Corona Buatan Bill Gates Ditolak Siti Fadilah Supari, Mantan Menkes RI. Ini Alasannya.

reuters.com
Pendiri Microsoft, Bill Gates 

Editor : Rendy Nicko
BANJARMASINPOST.CO.ID -  Belum lama ini, pendiri Microsoft Corporation, Bill Gates, beserta sang istri, Melinda Gates tengah gencar membuat sebuah vaksin antivirus Covid-19 atau Virus Corona.

Melalui Yayasan Bill Gates and Melinda Gates Foundation, keduanya bekerja sama dengan beberapa perusahaan ternama untuk membuat vaksin antivirus Covid-19 atau Virus Corona tersebut. Namun Mantan Menkes RI, Siti Fadilah Supari bereaksi.

Sebelum ditolak Mantan Menkes RI Siti Fadilah Supari, diketahui bahwa vaksin antivirus Covid-19 atau Virus Corona dari Bill Gates itu diajukan oleh perusahaan bio teknologi yang berbasis di Pennsylvania, AS bernama Inovio Pharmaceuticals.

LINK www.pln.go.id, Pelanggan 900 VA Nonsubsidi & 1.300 VA Dapat Diskon Token Listrik Gratis PLN?

Virus Corona Ternyata Bisa Mati Sendiri, Ini Kabar Baik dari IDI Soal Covid-19

Selain itu, ada pula Perusahaan Brisbane Vaxxas yang telah mengembangkan vaksin anti corona berbentuk patch.

Patch tersebut mengandung 3.000 jarum mikro yang dapat bekerja menekan kulit selama 10 detik.

Menurut juru bicara perusahaan tersebut, Angus Foster bahwa patch tersebut menyimpan vaksin ke dalam sel-sel kekebalan yang berlimpah tepat di bawah permukaan kulit.

"Menerapkan vaksin pada kulit adalah cara yang sangat efisien untuk memberikan vaksinasi. Banyak vaksin yang awalnya diberikan dengan menggosok permukaan kulit dan menerapkan vaksin ke daerah itu," kata Angus, dikutip dari 7 News Australia.

Selama studi klinis yang melibatkan 210 orang yang diberi vaksin flu, para peneliti menemukan tanggapan kekebalan secara signifikan lebih tinggi setelah tujuh hari daripada vaksin yang diberikan oleh jarum suntik.

Tak hanya itu Angus membeberkan, penelitian lebih lanjut menemukan bahwa vaksin tetap stabil selama satu tahun dalam suhu hingga 40 derajat, membuka kemungkinan pengiriman vaksinasi melalui pos, tanpa perlu mengunjungi dokter atau apoteker.

Meski demikian, langkah yang ditempuh Bill Gates ini rupanya ditolak mentah-mentah oleh Mantan Menteri Kesehatan RI, Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP.

Halaman
12
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved