Tajuk

PSBB Sudah Tepat

Pelaksanaan PSBB berlangsung 14 hari sejak dimulai hari Jumat 24 April 2020 hingga 7 Mei 2020

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto akhirnya menyetujui permintaan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/262/2020 tanggal 19 April 2020.

Di Banjarmasin sendiri, kabarnya PSBB dimulai sejak Jumat 24 April 2020, bertepatan dengan awal Ramadhan 1441 H yang diprediksi mulai tanggal tersebut.

Pelaksanaan PSBB berlangsung 14 hari sejak dimulai hari Jumat 24 April 2020 hingga 7 Mei 2020. Data dari Gugus Tugas Covid-19 Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin kasus positif Covid-19 sebanyak 21 pasien dan 5 meninggal dunia. Sebaran corona juga hampir merata di kecamatan di Kota Banjarmasin.

Berkaca dari pengalaman DKI Jakarta yang telah menerapkan PSBB lebih dulu, maka akan muncul sejumlah persoalan sosial terkait penerapan PSBB ini. Meskipun bahasanya pembatasan skala besar, namun kebijakan ini sejatinya lockdown, hanya penerapan sedikit berbeda.

Pembatasan aktivitas massa tentu berdampak pada siklus hidup. Siklus hidup yang terbatas mengganggu pola hidup. Adapun pola hidup yang terbatas bisa berdampak pada friksi-friksi sosial yang meluas jika tidak diantisipasi lebih dahulu.

Sebagian masyarakat yang hidup mengandalkan gaji dari pekerjaannya mungkin tidak terlalu besar dampak PSBB baginya. Pemotongan gaji dalam kondisi ekonomi yang tak menentu seperti sekarang sepertinya dapat dimaklumi oleh pekerja mana pun. Sudah untung masih terima gaji walaupun harus dipotong.

Namun berbeda dengan masyarakat yang hidup dari pekerjaan informal, usaha kecil menengah (UMKM), dan mereka yang bergantung hidup dari gaji rutin. Penerapan PSBB di Banjarmasin bakal berdampak besar bagi kelompok ini.

Namun, walau bagaimana pun, kebijakan penerapan PSBB adalah kebijakan yang fundamental di tengah mewabahnya virus corona di Kalsel. Banjarmasin sebagai episentrum segala kegiatan di Kalsel akan menjadi patokan kedepan untuk penanggulangan corona di Bumi Lambung Mangkurat, bahkan bisa jadi sampai tingkat regional Kalimantan.

PSBB di Banjarmasin harus tetap didukung pelaksanaannya, meskipun dampak negatifnya ada pada ekonomi sebagian masyarakat. Paling penting dalam kondisi ini, pemerintah mampu menumbuhkan harapan pada masyarakat, bahwa kebijakan PSBB adalah langkah paling tepat. Sekaligus tak melupakan stimulus bagi mereka yang membutuhkan. (*)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved