Ramadhan 2020

Tata Cara Membayar Fidyah Utang Puasa Sebelum Ramadhan 1441 H, Bacaan Niat Bayar Fidyah Bahasa Arab

Niat Bayar Fidyah Bahasa Arab, Tata Cara Membayar Fidyah Utang Puasa Sebelum Ramadhan 1441 H,

Penulis: Amirul Yusuf | Editor: Royan Naimi
tribunwow.com/okipratiwi
Ilustrasi berdoa. 

Editor: Royan Naimi

BANJARMASINPOST.CO.ID – Jelang Ramadhan 1441 H, bagi yang masih punya Utah puasa Ramadhan agar segera dibayar dengan berpuasa pengganti atau membayar fidyah, pelajari pula bacaan nat bayar fidyahnya.

Harusnya utang puasa Ramadhan segera mungkin dibayar ketika selesai Idul Fitri. Namun, karena sering ada halangan, utang puasa Ramadhan berlarut tak diganti sampai jelang Ramadhan tahun berikutnya.

Saatnya bagi umat Islam yang memiliki utang puasa Ramadhan membayar puasanya, jelang Ramadhan 2020 ini.

Caranya ada dua, yaitu mengganti puasa dan membayar fidyah.

Bisa dipilih salah satunya saja sesuai dengan kemampuan masing-masing dan syarat-syarat yang berlaku sesuai aturan Islam.

Panduan & Niat Shalat Tarawih Sendirian & Berjemaah di Rumah Saat Ramadhan 2020 Kala Wabah Covid-19

5 Resep Menu Sahur dan Buka Puasa Sederhana di Ramadhan 1441 H

Jika dengan cara membayar fidyah, ada tata cara atau panduannya tersendiri.

Bisa membayarnya dengan makanan, namun ada juga yang mengatakan boleh menggantinya dengan uang.

Dilansir dari sebuah artikel diterbitkan pada 30 September 2008 di situs resmi Nahdlatul Ulama, NU Online ditulis oleh Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Mas’ail PBNU, KH Arwani Faishal disebutkan bahwa dalam bahasa Arab kata “fidyah” adalah bentuk masdar dari kata dasar “fadaa”, yang artinya mengganti atau menebus.

 Adapun secara terminologis (istilah) fidyah adalah sejumlah harta benda dalam kadar tertentu yang wajib diberikan kepada fakir miskin sebagai ganti suatu ibadah yang telah ditinggalkan.

Misalnya, fidyah yang diberikan akibat ditinggalkannya puasa Ramadhan oleh orang lanjut usia yang tidak mampu melaksanakannya atau oleh keluarga orang yang belum sempat meng-qadha atau mengganti puasa yang ditinggalkannya (menurut sebagian ulama).

Dengan memberikan fidyah tersebut, gugurlah suatu kewajiban yang telah ditinggalkannya.

Bagi wanita yang tidak bepuasa karena hamil atau menyusui maka ia diperkenankan untuk tidak berpuasa.

Jika ia tidak berpuasa karena khawatir terhadap kesehatan dirinya sendiri atau pada bayinya maka ia hanya wajib mengganti puasanya setelah bulan Ramadhan dan tidak ada kewajiban membayar fidyah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved