Larangan Mudik

Sebelum Ada Larangan Mudik, Jumlah Penumpang Kapal Laut Sudah Merosot, Hanya Capai 50 Orang

Dalam situasi normal jumlah penumpang kapal laut 200 orang, saat ini hanya sekitar 50 orang, begitu pula dengan angkutan truk pembawa barang

Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Suasana arus mudik lebaran di Pelabuhan Sampit, Kotim, Kalteng. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Presiden Jokowi resmi mengeluarkan larangan mudik, berkaitan dengan itu, Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Banjarmasin, Anton Wahyudi mengatakan kesiapan angkutan laut perusahaannya masih seperti biasa.

“Kami masih menunggu keputusan final pemerintah terkait mudik. Di luar larangan itu pun jumlah penumpang terus merosot hingga 50 persen lebih,” katanya.

Angkutan barang normalnya 35 sampai 50 truk setiap pelayaran.

Namun saat ini hanya sekitar 20 truk.

Rencana Karyawan Swasta di Kotabaru ini Bisa Mudik Lebaran ke Pulau Jawa pun Gagal

Keberadaan Laudya Cynthia Bella Saat Engku Emran Pamer Foto di Rumah Hindari Virus Corona Disorot

LINK dan Jadwal Belajar dari Rumah TVRI Online Hari Ini, Jalan Sesama hingga Film Nasional

Begitu pula untuk penumpang, normalnya 200 orang, namun saat ini hanya sekitar 50 penumpang.

Sedangkan Sales & Services Manager Garuda Indonesia Branch Office Banjarmasin, Tomy Chrisbiantoko, menyatakan manajemen belum mengeluarkan keputusan terkait larangan mudik.

“Lihat nanti saja seperti apa. Saya belum bisa sebutkan kebijakan apa yang diambil,” ujarnya.

Maskapai pelat merah ini juga mengalami penurunan penumpang selama kurang lebih sebulan terakhir.

“Terjadi penurunan sekitar 25 persen. Namun kami masih melakukan penerbangan seperti biasa. Ada dua rute dari Banjarmasin yakni Banjarmasin-Jakarta dan Banjarmasin-Balikpapan masih dibuka,” tutupnya.

(edisi cetak)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved