Kriminalitas Regional
Cemburu Lihat Temannya Melenggang Bebas, Ratusan Napi di Lapas Sorong Ngamuk
Ratusan narapidana Lapas Sorong bikin ricuh dengan membakar ban, penyebabnya karena luput dari program asimilasi
Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Kerusuhan terjadi di Lapas Klas IIB Sorong, Papua Barat, Rabu (22/4/2020) .
Ratusan tahanan dan narapidana mengamuk dan membakar ban bekas di dalam Lapas Sorong, sekitar pukul 16.30.
Kerusuhan terjadi karena mereka menuntut dibebaskan. Diketahui terdapat 335 tahanan dan narapidana di lapas tersebut.
• Kisah Pilu Seorang PRT: Saya Lihat Air Putih Takut karena Teringat Siksaan
• LINK LIVE STREAMING Belajar dari Rumah TVRI 23 April: PAUD SD SMP SMA dan Film Sara & Fei
• VIDEO UPDATE Corona Kalsel 23 April: Bayi 2 Bulan Jadi Pasien Dalam Pengawasan
Ratusan napi di lapas itu cemburu karena ada 50 temannya sesama napi mendapatkan program asimilasi dan akan dibebaskan.
"Mereka minta bebaskan semua. Mereka (sampaikan) berhak untuk hidup. Sementara kita perhatikan semua," ujar Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sorong, Minus Ananto, Rabu malam.
Sebanyak 300 personel gabungan dari TNI-Polri diterjunkan untuk mengamankan situasi.
Selain itu, ada 3 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Sorong dan 1 mobil water cannon disiagakan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran.
Kapolres Sorong Kota AKBP Ari Nyoto mengatakan, saat ini pihaknya terus berjaga untuk menjaga situasi.
Ari akan menyampaikan langsung ke atasannya terkait tuntutan para napi.
"Kita sampaikan ke atas, tapi malam ini kita sudah sampaikan agar tenang dulu. Kami pastikan situasi di sini aman terkendali," ujar Ari Nyoto.
Kerusuhan berangsur-angsur reda pada Rabu malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kerusuhan-terjadi-di-lapas-klas-ii-b-sorong-papua-barat-rabu-2242020-malam.jpg)