Tajuk

Awal Ramadan dan PSBB

Tepat 1 Ramadan 1441 H yang jatuh pada Jumat, (24/4) Pemko Banjarmasin memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

instagram @kenmenag
Marhaban Ya Ramadhan 1441 H. 

Editor : Didik Trio Marsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID - RAMADAN bagi masyarakat muslim Indonesia dipandang sebagai bulan istimewa. Setiap tiba Ramadan penduduk negeri ini menyambutnya dengan semarak dan penuh suka cita.

Ketika memasuki Ramadan, biasanya tempat-tempat ibadah, masjid, langgar, musala hingga surau-surau di pelosok, ramai dengan aktivitas ibadah seperti salat tarawih hingga tadarus Alquran, iktikaf, salat malam.

Suasana ibadah menjadi lebih hidup dan semarak. Di luar itu pun, aktivitas pasar wadai Ramadan menjadi tradisi tersendiri.

Namun, tahun ini warga Kalsel terlebih Kota Banjarmasin tidak dapat merasakan suasana semarak Ramadan seperti itu lagi.

Tepat 1 Ramadan 1441 H yang jatuh pada Jumat, (24/4) Pemko Banjarmasin memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan ini, diambil menyusul terus meningkatnya jumlah positif corona di Kalsel.

Ketika PSBB diberlakukan, semua aktivitas warga di luar rumah di kota ini dibatasi secara ketat. Bagi yang membandel, ada konsekuensi sanksi pidana satu tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Banjarmasin Post edisi Jumat (24/4/2020).
Banjarmasin Post edisi Jumat (24/4/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Tentu ini, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah menerapkan PSBB sehingga benar-benar efektif menekan penyebaran virus corona. Tidak mudah dan pasti sangat dilematis bagi setiap petugas di lapangan menghadapi warga dengan berbagai karakter dan tingkat kedisiplinan diri.

Biasanya saat Ramadan, masyarakat muslim di Kalsel terbiasa menghabiskan malam dengan kegiatan peribadatan di masjid-masjid dan langgar. Namun adanya pandemi dan pemberlakuan PSBB ini tentu menimbulkan dampak psikis bagi warga.

Disinilah, perlunya pendekatan yang lebih arif dari petugas. Para pemimpin di daerah ini, juga harus lebih banyak turun dan memberi penjelasan langsung untuk menenangkan warga.

Dampak sosial lainnya, terutama urusan perut juga harus menjadi perhatian serius. Pemberlakuan PSBB bakal semakin memberatkan ekonomi usaha warga. Harus dipastikan bantuan sosial bagi warga terdampak benar-benar tersalurkan dan tepat sasaran. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved