Kejuaraan Asia 2020

Pandemi Virus Corona Mereda di China, Wuhan Berpeluang Lagi Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Asia 2020

Pandemi Virus Corona Mereda, Wuhan Berpeluang Lagi Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Asia 2020

(Instagram PBSI)
Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra di Final Indonesia Open 2019 

Editor: Rendy Nicko
BANJARMASINPOST.CO.ID - Kebijakan lockdown yang sudah dihentikan pada 8 April di Wuhan membuat China berpeluang melanjutkan rencana menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia 2020.

Sebelum Pandemi Virus Corona atau Covid-19 mewabah, Kejuaraan Asia 2020 semula dijadwalkan berlangsung di Wuhan, China, pada 21-26 April 2020.

Namun, karena Wuhan menjadi pusat penyebaran pandemi Virus Corona di China, Federasi Bulu Tangkis Dunia ( BWF) dan Badminton Asia pun memindahkan lokasi penyelenggaraan ke Manila, Filipina.

Cara Aktivasi Paket Internet Telkomsel 36 GB untuk Game Online Mobile Legends Hingga PUBG

Akhirnya Pelanggan 1.300 VA Dapat Diskon Listrik dari PLN & YCAB, Ini Faktanya

Meski BWF sudah menunjuk Manila sebagai tuan rumah Kejuaraan Asia 2020, rencana tersebut belum terlaksana karena kota itu juga menjadi salah area yang terdampak pandemi virus corona.

Alhasil, hingga saat ini penyelenggaraan Kejuaraan Asia 2020 masih belum mendapatkan kepastian soal tanggal dan lokasinya.

Padahal, Kejuaraan Asia 2020 menjadi turnamen terakhir yang masuk ke dalam perhitungan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

Namun, kota Wuhan yang perlahan pulih usai menjalani lockdown selama 76 hari kemungkinan tetap bisa menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia 2020.

Pasalnya, Badminton Asia kemungkinan besar akan mengembalikan hak penyelenggaraan ke Wuhan jika Kejuaraan Asia 2020 kembali dilanjutkan.

Hal itu tidak terlepas dari kesiapan Wuhan untuk menggelar Kejuaraan Asia keenam kalinya secara beruntun di Wuhan Sports Centre.

Sementara itu, BWF kini telah menangguhkan sejumlah turnamennya hingga akhir Juli mendatang.

Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon - Kevin Sanjaya Sukamuljo dan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian - Muhammad Rian Ardianto meraih medali emas dan perak pada pertandingan ganda putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018).
Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon - Kevin Sanjaya Sukamuljo dan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian - Muhammad Rian Ardianto meraih medali emas dan perak pada pertandingan ganda putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

Penangguhan kompetisi tersebut juga berimbas kepada persiapan Indonesia Open 2020 yang sejatinya berlangsung di Istora Senayan, 16-21 Juni 2020.

Indonesia Open 2020 yang mengalami penundaan kemudian membuat PBSI mau tak mau mengalihkan fokusnya untuk mempersiapkan turnamen level Super 1000 itu.

Alhasil, PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) harus merelakan salah satu turnamen yakni Indonesia Masters 2020 Super 100 yang rencananya berlangsung pada bulan September 2020 untuk dibatalkan.

Demi fokus mempersiapkan Indonesia Open 2020, PBSI diketahui telah mengajukan pembatalan Indonesia Masters 2020 Super 100 kepada BWF.

Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul Kondisi Berangsur Normal, Kejuaraan Asia 2020 Mungkin Tetap Diselenggarakan di Wuhan

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved