Breaking News:

Pendangkalan Sungai Mentaya

Kapal Tunggu Air Sungai Mentaya Pasang Rugikan Pengusaha di Kotim

Pengusaha di Kabupaten Kotawaringin Timur harus keluar biaya tak terduga akibat kapal tertahan di tengah Sungai Mentaya.

Penulis: Fathurahman | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Kapal yang sandar di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Pendangkalan air Sungai Mentaya yang terjadi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, hingga Senin (27/4/2020) belum juga teratasi.

Meskipun, sudah ada rencana untuk dilakukan pengkajian sebelum pengerukan alur sungai tersebut.

Beberapa pengusaha di Sampit yang menggunakan jasa kapal angkutan kapal laut, mengaku rugi ketika kapal tertahan untuk masuk pelabuhan.

Karena, ada pengenaan biaya lainnya yang tidak terduga akibat tertahan di tengah sungai atau di muara sungai karena dangkal.

Seorang pengusaha di Sampit, Muhammad Gumarang, kepada Banjarmasinpost.co.id mengungkapkan harapannya agar masalah pendangkalan tersebut bisa segera diatasi.

Sungai Mentaya Kabupaten Kotim Dangkal, Kapal Tunggu Air Pasang

Kapal Terpaksa Lego Jangkar di Sungai Mentaya Sampit, Tunggu Air Pasang

Sungai Mentaya Sampit Dangkal, Kapal Melintas Harus Pakai Kapal Pandu

ABUPI Lakukan Studi Kelayakan Sebelum Keruk Sungai Mentaya Sampit

"Kalau teratasi, setidaknya perekonomian di Sampit lancar normal, sehingga kapal barang maupun penumpang yang masuk bisa leluasa tanpa adanya gangguan pendangkalan," ujarnya, Senin (27/4/2020).

Rencana adanya pengerukan yang akan dilakukan pihak ketiga itu, menurut dia, sudah baik.

Karena selama ini, pendangkalan alur sungai memang sangat mengganggu lalu lintas kapal masuk maupun keluar sungai,  sehingga memang harus dilakukan pengerukan.

"Jika kapal terlambat tambat atau melakukan bongkar muat di pelabuhan, tentu konsekwensinya adalah biaya lebih besar. Ini juga tentu memberatkan pengusaha yang memanfaatkan sarana transportasi laut," ujarnya.

(Banjarmasin post.co.id/Faturahman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved