Tajuk

Menunggu Bansos

Makanya jangan heran bila melihat banyak warga yang duduk di tepi jalan utama Banjarmasin. Mereka berada di sana menanti dermawan memberikan bantuan

tribunkalteng.com/fadly
Jajaran Sat Sabhara Polres Kapuas saat melaksanakan pengawalan dan pengamanan jalannya pendistribusian bansos rastra ke dua kelurahan yang ada di Kecamatan Selat. 

Editor : Didik Trio Marsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID - “Mana bantuannya pak lurah?” Kalimat seperti ini mulai sering didengar Lurah Kelayan Selatan Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota, M Aplah, dari warganya. Sejumlah warga menanyakan bantuan sosial (bansos) tersebut tentu karena sudah sangat kesulitan memenuhi keperluan hidup keluarga.

Semua warga di negeri ini diminta di rumah saja untuk memerangi penyebaran virus corona. Kantor-kantor ditutup, sekolah diliburkan dan berbagai tempat usaha tak diperkenankan buka. Kalau pun buka, tak ada konsumen yang datang.

Terlebih dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Banjarmasin. Warga ibu kota Kalimantan Selatan tentu akan semakin kesulitan untuk mencari nafkah.

Ada sekitar 1.600 kepala keluarga yang didaftar Aplah untuk menerima bansos karena dinilai terdampak PSBB. Aplah pun hanya bisa mengatakan nama mereka telah disetorkan ke Dinas Sosial Banjarmasin dan meminta warganya tersebut untuk bersabar.
Hal serupa juga disampai Lurah Kuin Utara Kecamatan Banjarmasin Utara Endang Anggraini. Ada sejumlah warga yang menanyakan kapan bantuan diberikan.

Sepertinya mereka tak sabar. Padahal PSBB baru diberlakukan empat hari. Perlu diingat pembatasan gerak warga telah dilakukan jauh sebelum PSBB. Akibatnya banyak anggota masyarakat yang sudah lama kesulitan untuk memenuhi keperluan keluarga.

Banjarmasin Post edisi Senin (27/4/2020).
Banjarmasin Post edisi Senin (27/4/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Masyarakat terutama yang bermatapencaharian di sektor swasta bukan tidak ingin mematuhi aturan pemerintah untuk tinggal di rumah. Tapi akan terasa aneh bila harus kelaparan untuk menghindari virus corona.

Makanya jangan heran bila melihat banyak warga yang duduk di tepi jalan utama Banjarmasin. Mereka berada di sana menanti para dermawan memberikan bantuan. Mereka tak lagi berharap mendapatkan masker karena masalahnya ada di perut.

Sebenarnya PSBB juga tidak serta merta diusulkan lalu langsung disetujui pemerintah pusat. Ada tahapan yang telah dilalui. Artinya ada waktu bagi pemerintah untuk mempersiapkan dampak dari kebijakan tersebut. Dengan demikian saat usulan tersebut disetujui, semua telah tersedia termasuk bansos bagi warga terdampak.

Kadinsos Banjarmasin, Iwan Ristianto, menargetkan bantuan berupa sembako akan disalurkan mulai Selasa (28/4). Pada tahap pertama ada 9.000 paket yang dibagikan. Total selama 14 hari PSBB ada 30 ribu paket yang akan disalurkan pemko.

Masalah ini perlu mendapat perhatian kabupaten dan kota lain di Kalsel yang juga ingin menerapkan PSBB. Siapkan dulu bantuan baru larang warga bepergian. Siapa yang tak ingin di rumah saja, tetapi makan terjamin. Bila sudah demikian maka kebijakan “Di Rumah Saja” dapat dengan mudah dilaksanakan.(*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved