Pendangkalan Sungai Mentaya

Sungai Mentaya Kabupaten Kotim Dangkal, Kapal Tunggu Air Pasang

Kapal yang selama ini terganggu saat berlayar di Sungai Mentaya Sampit Kabupaten Kotim karena terjadi pendangkalan terutama bertonase besar.

Penulis: Fathurahman | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Kapal penumpang milik PT Pelni dari Surabaya saat melintas di Sungai Mentaya menuju Pelabuhan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinai Kalimantan Tengah. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Sungai Mentaya yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terjadi pendangkalan karena tidak rutin lagi dilakukan pengerukan.

Kapal yang selama ini terganggu saat berlayar di Sungai Mentaya terutama bertonase besar, seperti kapal penumpang maupun kapal angkutan barang.

Untuk kapal angkutan penumpang milik PT Pelni misalnya, ketika ingin masuk ke Sungai Mentaya harus benar-benar memperhitungkan ketinggian air sungai.

"Kapal kesulitan masuk, jika Sungai Mentaya dalam keadaan surut. Saya pernah ikut kapal penumpang dari Surabaya ke Sampit,  terpaksa sempat menunggu tiga jam di muara sungai karena air sungai surut, " ujar Gunawan warga Sampit kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (27/4/2020).

Pulau Lepeh dan Hanaut Kotim Bakal Jadi Taman Buaya, Susur Sungai Mentaya Bisa Lihat ini

VIDEO Akses Darat ke Seberang Sungai Mentaya Terbuka, Biaya Angkut Material Bangunan Jadi Murah

Pembangunan Jembatan Mentaya Masih dalam Kajian, Pemkab Kotim Rencanakan Pembangunan Pondasi

Diungkapkan dia, agar bisa masuk ke Pelabuhan Sampit, kapal menunggu hingga air pasang di muara.

"Ini sudah terjadi berulang kali, ketika saya pulang ke Sampit naik kapal laut dari Semarang atau Surabaya," ujarnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved