Berita Tanahlaut

VIDEO Transaksi di Pasar Hewan Pelaihari Susut Drastis

Pada kondisi normal atau sebelum mewabahnya virus corona, sapi yang ke luar dari Tala rata-rata mencapai 400 ekor.

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Aktivitas di Rumah Potong dan Pasar Hewan (RPPH) Tanahlaut (Tala) susut drastis sejak mewabahnya virus corona (covid-19). Sapi yang ke luar wilayah Tala pada hari pasar (Senin), cuma sekitar 100-an ekor.

Padahal pada kondisi normal atau sebelum mewabahnya virus corona, sapi yang ke luar dari Tala rata-rata mencapai 400 ekor. Bahkan kadang adakalanya hingga 500 ekor

Data pada RPPH Tala, pada hari pasar 13 April 2020 pekan lalu, jumlah sapi yang ke luar 132 ekor, lalu 154 ekor pada 6 April. Sepekan sebelumnya atau pada 30 April bahkan hanya 91 ekor.

"Sangat terasa sekali dampak covid-19 ini. Transaksi jual beli sapi di RPPH ini langsung sepi sejak adanya wabah corona. Lebih 50 persen penurunannya," ucap Kepala UPP RPPH, Dinas Peternakan dan Kesehatan Tala H Akhmad AS ST, Senin (27/4/2020).

VIDEO Warga Batak di Tabalong Serahkan Bantuan Uang Tunai Bantu Penanganan Covid-19

VIDEO Komunitas Pelangi Kota Banjarmasin Jual Berbagai Hasil Kerajinan

VIDEO Isi Paket Bantuan PSBB dari Pemko Banjarmasin yang Sudah Ada di Kelurahan

Pejabat eselon IV di Bumi Tuntung Pandang ini mengatakan pada kondisi normal jumlah sapi yang dibawa pemilik sapi atau pedagang sapi ke RPPH tiap hari pasar mencapai seribu ekor lebih. Namun saat ini rata-rata hanya setengahnya atau sekitar 500 ekor.

"Dari jumlah itu tak ada setengahnya yang laku. Sesuai data yang ada sejak musim covid-19 ini jumlah terbanyak sapi yang ke luar (terjual) hanya 154 ekor pada pekan pertama April lalu," sebutnya.

Ia mengatakan harga jual ternak sapi maupun daging sapi normal. Hal ini dikarenakan pemilik sapi masih dapat menahan untuk tak menjual sapinya jika harga turun.

Lantaran turun drastisnya transaksi sapi, Akhmad mengatakan pendapatan dari retribusi pelayanan di RPPH setempat juga enjlok. Bahkan ia pesimistis mencapai target.

"Tahun ini kami ditargetkan Rp 250 juta untuk setoran ke pendapatan asli daerah (PAD). Tapi dengan situasi saat ini, sulit mencapainya," aku Akhmad.

Retribusi di RPPH Tala pun cukup ringan yakni hanya Rp 15 ribu untuk sapi yang ke luar daerah. Sedangkan sapi yang ke luar di wilayah Tala hanya Rp 10 ribu.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, suasana RPPH di Saranghalang di kawasan Jalan A Yani, Pelaihari, Senin siang, memang tak seramai kondisi normal. Area depan masih lumayan lapang, padahal biasanya sesak oleh mobil bak terbuka pengunjung.

"Sepi banget ini kalau dibandingkan kondisi sebelumnya adanya covid-19. Ini juga sesiang ini belum ada yang laku," ucap Rahmat, salah seorang penjual sapi.

(banjarmasinpost.co.id/Idda Royani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved