Ramadhan 2020

Waspada 5 Penyebab Gugurnya Pahala Puasa, Simak Juga Ceramah Ustadz Abdul Somad Soal Ramadhan

ada pula hal-hal lain yang bisa saja tak disadari bisa membatalkan puasa. Simak juga ceramah Ustadz Abdul Somad terkait Ramadhan 1441 H.

Penulis: Noor Masrida | Editor: Murhan
Instagram @ustadzabdulsomad_official
Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Malam Tahun Baru 2020 Mulai 20.00 WIB 

Editor: Murhan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Anda perlu waspada hal-hal yang menyebabkan gugurnya pahala puasa Ramadhan 2020 atau Ramadhan 1441 H.

Selama berpuasa Ramadhan, umat muslim dituntut untuk menahan diri tak hanya dari lapar dan juga dahaga tetapi juga hawa nafsu.

Selain itu, ada pula hal-hal lain yang bisa saja tak disadari bisa membatalkan puasa. Simak juga ceramah Ustadz Abdul Somad terkait Ramadhan 1441 H.

Dilansir nu.or.id, Senin (27/4/2020) pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Talang, Tegal KH Sulthon Barmawi mengemukakan, hakikat puasa adalah al-imsak yaitu menahan diri dari berbagai hal-hal yang membatalkan puasa dan yang membatalkan pahala puasa.

Muncul di ILC, Ustadz Abdul Somad Singgung Penyebab Warga Nekat ke Masjid Saat Wabah Covid-19

"Banyak orang berhasil melakukan puasa dengan menahan ini dari berbagai hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi mereka tidak berhasil mendapatkan pahala. Seperti dalam hadits Rasulullah طَشُ كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ اِلاَّ الْجُوْعُ وَ الْعَ artinya, ‘betapa banyak orang-orang yang berpuasa tidak mendapatkan balasan kecuali lapar dan haus’," papar KH Sulthon.

Menurutnya, ada lima perkara yang dapat menggugurkan pahala puasa kita, yakni:

1. Berdusta

Menyampaikan informasi tidak berdasar fakta.

"Sekali dusta, maka akan membuka ribuan dusta lainnya. Oleh karena itu, pertahankan lisan kita,” ujarnya

2. Ghibah

Membicarakan kejelekan orang lain atau dalam bahasa Tegalnya ngrasani juga bisa membatalkan puasa.

3. Adu domba atau fitnah

4. Memandang dengan syahwat.

"Untuk itu, jaga mata kita agar tidak tergerak syahwat, dan yang kelima, yakni sumpah palsu," terangnya.

5. Memasukkan sesuatu kepada rongga tubuh secara sengaja, seperti mulut dan lainnya serta sengaja muntah-muntah.

*Ceramah Ustadz Abdul Somad Tentang Amalan yang Bisa Dilakukan Selama Ramadhan

Selama ramadhan, Ustadz Abdul Somad mengimbau masyarakat melaksanakan 5 amalan terbaik namun berat pelaksanaannya.

Bahkan, Ustaz Abdul Somad pun mengatakan bila amalan ini bisa lebih berat dari manusia yang melakukan jihad.

Ustadz Abdul Somad atau yang akrab disebut UAS ini mengibaratkan Ramadan bak bazar murah.

Ketika seseorang diberi karung, kata UAS, maka semestinya karung yang dibawa ke tempat bazar itu kosong.

"Orang diberikan karung, maka ketika dia masuk ke tempat belanja murah tadi, karung kosong," kata UAS.

"Dia tengok. Mau beli beras bagus. Mau beli gula, bagus. Mau beli minyak bagus, Semua bagus sampai habis waktu satupun tak dia beli. Karena semua bagus," kata Ustadz Abdul Somad.

Agar jangan sampai seperti itu, maka kita ada skala priotitas.

"Apa saja barang yang mau kita beli supaya keluar dari tempat bazar penuh karung. Begitulah kurang lebih di Ramadan. Apa saja amal-amal yang akan kita bawa keluar Ramadan," lanjutnya.

Berikut lima amalan penting menurut Ustaz Abdul Somad dilansir dari kanal YouTube Tafaqquh.

1. Shiyam

Ustadz Abdul Somad menjelaskan, amal pertama yang penting di bulan suci Ramadan adalah shiyam.

Shiyam artinya imsak. Imsak artinya menggenggam. Apa yang digenggam?

"Yang pertama digenggam, mulut. Tak masuk air tak masuk nasi, tak masuk sambal, tak masuk sayur, semua tak masuk," kata Ustadz Abdul Somad.

"Begitu juga tidak boleh keluar. Tak boleh keluar sumpah serapah, tak boleh keluar caci maki, kata-kata kotor, fasiq, tak boleh. Ini yang pertama kali digenggam," katanya.

Yang kedua yang digenggam adalah mata.

"Mata ini musti digenggam. Maksudnya jangan sampai melihat yang tidak diridhai Allah SWT," kata UAS.

Apalagi yang di-shiyam? kaki yang ditahan. Jangan melangkah ke tempat yang tak diridhai Allah SWT.

Apalagi ditahan? Tangan. Jangan lagi memukul, menempeleng, menampar, menyakiti hati orang. Apalagi ditahan? Otak.

Jangan lagi memikirkan yang tidak dihalalkan, tak dibenarkan Allah SWT.

"Mulut, mata, telinga, kaki, tangan," kata UAS.

Ustadz Abdul Somad mengatakan, shiyam adalah ibadah yang tidak berkeringat. Karena dia tidak melakukan aktivitas.

"Shiyam, menahan. Tahan mata, tahan mulut, tahan telinga, kaki dan tangan. Tapi justru banyak orang lebih mau amal berkeringat daripada menahan," kata Ustadz Abdul Somad.

Ustadz Abdul Somad mengatakan, banyak amal yang kita sangka berat, tapi justru ada yang lebih berat.

"Ada yang lebih berat dari pada Jihad. Tumpah, menetes darah, nyawa bisa ilang. Apa yang lebih berat daripada itu?," kata Ustadz Abdul Somad.

"Berat menahan mata, berat menahan lidah," lanjut UAS.

2. Qiyam

Qiyam adalah tegak. Kenapa disebut tegak? Karena kita sudah tegak dari jam delapan sampai jam sembilan.

Enam puluh menit kita sudah tegak. Itulah tadi disebut dengan Qiyam.

Qiyam artinya tegak. Apa yang ditegakkan? Kaki.

Maka ibadah ini yang paling afdhol di tengah malam adalah Qiyam. Menegakkan malam, bahasa Arabnya lail. Maka disebut Qiyamul Lail.

"Nabi Muhammad SAW satu malam itu Qiyamnya rakaat pertama surat Al Baqarah dua juz empat lembar. Kalau dibaca pelan, dua jam lebih kurang," kata UAS.

Makanya Nabi Muhammad Sholat Tarawihnya 11.

Pada masa Umar bin Khattab, orang tak sanggup tegak lama, dipanggillah imam namanya Ubay bin Ka'ab.

Ustadz Abdul Somad mengatakan, Qiyam bukan hanya Sholat Tahajjud, Witir dan Tarawih.

Sholat Sunnat Wudhu, menurut UAS juga Qiyam. Kemudian Sholat Sunnat Taubat, Sholat Sunnat Hajat, Sholat Sunnat Tasbih .

Nabi Muhammad di bulan puasa tidurnya sedikit.

3. Sedekah

Ustadz Abdul Somad mengatakan, sedekah inilah yang menolong di hadapan Allah SWT.

"Orang akan bernaung di bawah sodaqohnya samapi diputuskan pengadilan di padang mahsyar," katanya.

"Apa yang dimakan busuk, yang kau pakai lapuk, yang disedekahkan itulah yang dibawa mati menghadap Allah SWT," lanjut UAS.

UAS mengatakan, dirinya sudah banyak melihat orang kaya yang ada, akhirnya mati.

"Tak ada yang dibawa. Sawit sejauh mata memandang, ada toke sawit mati bawa berondol? Semua tinggal. yang dibawa mati sodakoh, itu yang dibawa mati," katanya.

Oleh karena itu bersedekahlah. Ustadz Abdul Somad mengatakan, sedekah yang paling bagus di bulan Ramadan ini adalah sedekah memberikan makanan untuk berbuka puasa.

"Siapa yang memberi buka puasa, untuk yang berpuasa mendapat pahala macam orang yang berpuasa," kata UAS.

UAS mengatakan, yang paling hebat memberikan makan berbuka puasa adalah orang Mesir.

"Saya di Mesir empat kali Ramadan. Di depan masjid ada tenda panjang, meja panjang, itu jam enam sore ayam. Ayamnya itu dipotong dua kali saja," kata UAS.

Hari kedua, daging. Daging itu, dipotong petak-petak.

"Dikasihnya bawang bombay, sama tomat, siramnya dengan jintan hitam. Tebal-tebal, bukan macam tempat kita," kata UAS.

Hari ketiga, ikan. Ikan itu di Mesir tak ada dipotong.

"Empat kali Ramadan di Mesir, tak pernah kami memasak. Mahasiswa Indonesia semuanya," kata UAS.

4. Baca Alquran

Itulah yang disebut dengan Tadarus.

Ustadz Abdul Somad mengatakan saat tadarus berkelompok tak perlu banyak orang. Cukup sepuluh saja.

"Jangan dibuat lebar-lebar. Apa gunanya sepuluh? Selembar (setiap kelompok), sepuluh lembar sama dengan satu juz," katanya.

Ustadz Abdul Somad mengatakan, tadarus menggunakan mikropon luar tak perlu lama-lama.

"Jam sepuluh, stop. Kalaupun mau mengaji, dalam saja. Kalaupun mau ngaji, pakai mik dalam," jelas UAS.

Baca al Quran. Nanti di hari kiamat Quran akan datang memberikan syafaat pada orang yang membacanya.

"Ada waktu-waktu luang, baca. Buat target satu hari satu juz. kalau tak sanggup, satu hari satu halaman," kata UAS.

5. Zikir

Ustadz Abdul Somad mengatakan, orang yang berfikir adalah orang yang berzikir mengingat Allah, waktu tegak, waktu duduk dan waktu berbaring.

"Jangan putus zikir," kata Ustadz Abdul Somad.

UAS mengatakan, siapa yang banyak berzikir, maka mudah mati dalam khusnul khotimah.

Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved