Ragam Ramadan di Benua Biru

Perempuan Berpakaian Minim Jadi Cobaan

Menjalankan puasa di tengah berlakunya aturan tidak keluar rumah, membuat Wahyu merasa lebih khusyuk.

istimewa
Wahyu Hansudi sudah 17 kali menjalani bulan puasa di London, Inggris. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kerinduan Wahyu Hansudi terhadap suasana Ramadan di Indonesia begitu mendalam.

Maklum dia sudah 17 kali menjalani bulan puasa di London, Inggris.

Pria asal Malang Jawa Timur itu adalah pengusaha tour & traveling di Inggris.

Di sana dia hidup bersama seorang istri dan dua anak.

Kepada Tribunnews, Wahyu menceritakan secara kultur, suasana berpuasa di Inggris dan di Indonesia sangat jauh berbeda.

KABAR BAIK Vaksin Corona Oxford Terbukti Efektif pada Monyet, Negara Ini Mau Produksi Massal

Sungai Terkotor di Dunia Jadi Jernih dan Airnya Bisa Diminum, Hikmah Lockdown Covid-19

Soal & Jawaban SD Kelas 4-6 Belajar dari Rumah TVRI Kamis 30 April, Kerajaan Tarumanegara

Di Indonesia, satu hari sebelum puasa berlangsung, biasanya ada banyak acara selamatan.

Di London, tidak ada.

“Di sini kalau puasa ya puasa saja, tidak ada yang khusus. Mungkin karena minoritas,” ujarnya.

Empat minggu lalu, kebijakan lockdown telah diterapkan di London.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved