Koleksi Tak Biasa Bupati Balangan

Saat Kampanye Jadi Bupati Balangan, Ansharuddin Bawa Benda Pusaka ini

Tongkat itu ujar Ansharuddin pernah ia bawa saat kampanye pada pencalonan dirinya sebagai Bupati Balangan ketika Pilkada 2015 lalu.

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Bupati Balangan, Ansharuddin memerlihatkan benda yang ia sebut sebagai tongkat Soekarno 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Satu benda pusaka yang menjadi berkesan bagi Ansharuddin yang kini menjabat sebagai Bupati Balangan, adalah tongkat Soekarno.

Ia menyebut benda tersebut sebagai tongkat Soekarno karena bentuknya yang begitu mirip dengan tongkat yang kerab dibawa oleh Presiden RI pertama tersebut saat berpidato.

"Tidak tau juga entah asli atau replika, tapi saya menyebutnya tongkat Soekarno karena begitu mirip dengan tongkat yang biasa dibawa oleh beliau (Presiden RI pertama, Soekarno)," ucap Bupati Balangan, Ansharuddin sembari memperlihatkan tongkat yang ia pegang.

Di Kamar Khusus itu Tersimpan Koleksi Benda-benda Pusaka Bupati Balangan

Ansharuddin Dapat Amanah dari Seorang Muallaf Menyimpan Benda Pusaka Titipan

Sampana Carita, Benda Pusaka Pertama yang Jadi Kesukaan Bupati Balangan, ini Ceritanya

Tak Pernah Mandikan Benda Pusaka, ini Cara Bupati Balangan Rawat Koleksinya

Tongkat itu ujar Ansharuddin pernah ia bawa saat kampanye pada pencalonan dirinya sebagai Bupati Balangan ketika Pilkada 2015 lalu.

Dimana ia harus berpidato dihadapan ribuan masyarakat Balangan.

Tongkat Soekarno yang dimiliki oleh pimpinan wilayah berjuluk Bumi Sanggam ini memiliki kepala garuda berwarna emas, persis layaknya yang asli.

Pada bagian sarungnya, juga terdapat lingkaran bercorak emas dan di dominasi warna coklat kayu.

Tak hanya sekadar tongkat, di dalamnya, terdapat besi tua yang dianggap cukup tajam layaknya keris.

Ansharuddin juga menyimpan tongkat tersebut di dalam ruangan tempat kumpulan ratusan pusaka miliknya.

Ada kurang lebih 300 pusaka berbagai macam jenis yang ia miliki.

Belum lagi benda-benda pusaka yang ada di rumah pribadinya.

Bagi Ansharuddin, ruangan tersebut juga ia anggap cukup menenangkan.

Sehingga saat ia merasa banyak pikiran, ia pun mulai menenangkan diri disana.

Semua benda pusaka yang dimiliki Ansharuddin, telah diteliti oleh para arkeolog dari luar daerah.

Ruangan itu ujar Ansharuddin juga pernah dikunjungi tim dari Museum di Banjarbaru, kemudian para peneliti arkeologi dari Samarinda.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved