Kisah Wadai 41 Macam
Kesurupan Putri Junjung Buih, Pengantin ini Minta Bikinkan Dodol dan Kakoleh
Bila salah satu wadai tidak tersedia, pengantin atau salah satu keluarga ada yang kesurupan untuk disediakan wadai tersebut.
Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di masyarakat Banjar masih ada kebiasaan melaksanakan acara perkawinan dengan menyediakan wadai 41 sebagai sesajen.
Bila salah satu wadai tidak tersedia, pengantin atau salah satu keluarga ada yang kesurupan untuk disediakan wadai tersebut.
Pengalaman itu pernah dialami perias penganten asal Banjarmasin, Noorliyan yang juga berprofesi sebagai pewadaian ini.
• Sikap Orangtua saat Tayang Materi SD Kelas 4-6 TVRI, Terkait Penyelamatan Hutan di Film Animasi
• Wadai 41 Macam Khas Banjar Ada Sejak Zaman Hindu, ini Maknanya
• Hari Ini 1 Mei 2020 Dibuka Lagi Pendaftaran Prakerja www.prakerja.go.id Dapatkan Rp 3,5 Juta
"Saya pernah merias pengantin. Lalu, penganten tersebut kesurupan Putri Junjung Buih dan minta sesajen 41 macam wadai Banjar," ceritanya.
Keluarga pengantin pun kalang kabut dan menyediakan wadai 41 macam.
"Penganten yang kesurupan tadi langsung mengamuk ke dapur dan minta yang dibikinkan dodol dan kakoleh," papar Noorliyan.
Untungnya, kata dia, ada orang tua yang sudah tidak haid lagi yang bisa membikin dodol dan kakoleh hingga penganten itu berhenti kesurupan.
Tak hanya itu, pengantin kesurupan itu juga meminta air bergantung.
"Keluarga pun bingung. ternyata ada yang paham, air bagantung itu air kelapa muda," jelasnya.
(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pekerja-sedang-membuat-dodol-kandangan-di-desa-telaga-bidadari.jpg)