Pemerintah Pusat Tunda DAU

DAU Tanbu Berkurang Sekitar Rp 11 Miliar per Bulan, Sekda Anggap Pemerintah Pusat Tak Bijaksana

Akibat keputusan Mendagri dan Menteri Keuangan tersebut, menurut Rooswandi, DAU Tanbu berkurang sekitar 11 miliar per bulan.

ISTIMEWA
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanahbumbu (Tanbu), H Rooswandi Salem 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Sebagian Dana Alokasi Umum (DAU) ditunda pencairannya, Sekda Tanahbumbu, H Rooswandi Salem, kemarin, mengaku pihaknya belum bisa memenuhi permintaan pemerintah pusat terkait laporan penyesuaian APBD.

“Kami masih menunggu perhitungan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran yang saat ini dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan. Hal ini agar saat perubahan anggaran akan sesuai antara pendapatan dan belanja sampai akhir tahun,” kata Rooswandi.

Akibat keputusan Mendagri dan Menteri Keuangan tersebut, menurut Rooswandi, DAU Tanbu berkurang sekitar 11 miliar per bulan.

Polisi Bingung Janda Ini Diperkosa atau Melakukan Penzinahan, Katanya 10 Kali Dirudapaksa

Pencairan DAU Tertunda Sekitar Rp 14 Miliar, Bupati HSU Pastikan Gaji Pegawai Aman

Dokumen Rahasia China Bocor, Intelijen Kuak Asal Mula Virus Corona dari Wuhan

Dana akan diserahkan setelah laporan dikirim.

Sementara ini, Pemkab Tanbu fokus pada pergeseran anggaran untuk penanganan wabah corona.

Berkenaan penundaan sebagian DAU, Rooswandi mengatakan sudah memperhitungkan kesiapan anggaran daerah untuk menutupi belanja selama transfer dikurangi pemerintah pusat.

Dalam kesempatan itu, Rooswandi menilai pemerintah pusat tidak bijaksana.

“Secara umum, pusat kami anggap kurang bijak memberikan sanksi menahan DAU. Padahal di daerah secara optimal berupaya melakukan penyiapan anggaran Covid-19 dengan mengurangi belanja dan kegiatan. Ditambah kurangnya pendapatan. Eh sekarang malah disanksi lagi dengan penahanan DAU,” kata Rooswandi.

(edisi cetak)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved