Kasus Corona Kalsel Terus Bertambah
Hasil Rapid Test Covid-19 di Kalsel : 634 Reaktif dari 4.180 Orang yang Dites
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel telah mendistribusikan 6980 alat Rapid test ke 13 Kabupaten/Kota se Kalsel.
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Rahmadhani
EDITOR : Rahmadhani
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel HM Muslim, Senin (4/5/2020) menyampaikan jika pihaknya telah mendistribusikan 6980 alat Rapid test ke 13 Kabupaten/Kota se Kalsel.
“Dari 6980 Rapid test yang didistribusikan sebanyak 4180 terlaporkan. Hasil Rapid test yang sudah masuk sebanyak 634 orang dinyatakan reaktif atau dengan persentase 15,17 persen, " tandas HM Muslim.
Namun ditekankan oleh Muslim hasil Rapid test bukan bertujuan diagnostik. Tetapi untuk deteksi atau skrining awal agar dapat menentukan tata kelola penanganan selanjutnya kepada orang terduga.
• Rapid Test Tak Dianjurkan WHO dalam Penentuan Covid-19, Ini Kata GTPP Kalsel
• Ada Klaster Covid-19 Baru dari Pasar Antasari Banjarmasin, Ini Penjelasan Pemerintah
Tes konfirmasi yang valid adalah tes PCR atau tes swab.
Diutarakannya fungsi testing rapid test tujuannya adalah untuk pemetaan. Bukan menentukan positif tidaknya. Untuk penentuan positif tidaknya menggunakan sampel swab melalui metode test PCR.
"Tes PCR akan terus dilakukan agar dapat dengan cepat melakukan upaya pemisahan antara terduga positif dan yang sehat.Imbasnya dari semakin masif melakukan testing maka ada kemungkinan kasus baru Covid 19 akan bermunculan," sebutnya.
Namun semakin cepat temuan positif didapatkan makin baik sehingga bisa dilakukan pencegahan penularan dengan cepat. (banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pegawai-kantor-camat-paringin-di-rapid-test-karena-adanya-satu-asn-kantor.jpg)