Tajuk

Teror Saat Wabah Corona

Apa yang terjadi di Jalan Diponegoro Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Jumat (1/5/2020) malam, patut diwaspadai bersama

BANJARMASINPOST.CO.ID - JANGAN lengah. Di tengah ketidakpastian sampai kapan wabah Covid-19 akan berakhir, TNI, Polri dan seluruh komponen bangsa harus tetap waspada terhadap aksi teroris. Ingat, teroris masih ada, tidak pernah mati. Teroris akan beraksi saat kita lengah dan lemah.

Ada beberapa model aksi gerakan terorisme yang populer digunakan oleh para teroris dalam melancarkan aksi terornya. Di antaranya peledakan bom, pembunuhan, penghadangan, penculikan, penyanderaan, perampokan, sabotase dan ancaman. Suatu yang tidak mungkin, di saat bangsa ini fokus memerangi virus corona, teroris menggunakan salah satu model aksi gerakan terorisme tersebut.

Karena itu apa yang terjadi di Jalan Diponegoro Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Jumat (1/5/2020) malam, patut diwaspadai bersama. Seseorang diduga melakukan teror bom. Benda yang mirip dengan rangkaian bom waktu ditemukan di teras Masjid Besar Nurul Yaqin.

Keberadaan benda yang mirip bom itu tentu saja membuat warga di Jalan Diponegoro Kuala Pembuang, Seruyan, RT 03, Kelurahan Kuala Pembuang II , Kecamatan Seruyan Hilir, Kuala Pembuang, Seruyan, Kalteng, panik dan ketakutan. Kepanikan dan kepanikan inilah yang diharapkan oleh si pelaku. Dia sudah berhasil melakukan tindakan–tindakan bisa menakut–nakuti atau mengancam masyarakat.

Kembali diingatkan. Dalam kondisi yang bagaimana pun (termasuk wabah Covid 19) kewaspadaan terhadap terorisme jangan pernah kita kendorkan. Justru harus kita ditingkatkan. Terorisme tetap menjadi musuh kita bersama. Karena setiap aksi teroris, orang yang tidak bersalah jadi korbannya. Contohnya pengeboman Surabaya. Rangkaian peristiwa meledaknya bom di berbagai tempat di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur pada 13–14 Mei 2018 lalu.

Banyak korban dari masyarakat yang tidak bersalah. Dari data kepolisian menyebutkan, total korban tewas ada 25 orang baik dari terduga pelaku maupun warga. Jumlah korban tewas tersebut terdiri atas 18 orang di tiga gereja, di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo tiga orang dan korban tewas bom bunuh diri empat orang di Poltabes Surabaya. Selain itu ada tiga orang yang ditembak petugas saat penyergapan. Sementara korban luka-luka baik dari warga masyarakat maupun petugas kepolisian berjumlah 57 orang.

Kita tentu tidak mengharapkan aksi teroris terjadi. Untuk itu kita harapkan para orang tua agar terus memberikan pemahaman terkait bahaya terorisme dan melakukan mengawasan kepada anak-anaknya agar tidak terpengaruh oleh paham radikal yang disebarkan oleh teroris. Yang tidak kalah penting peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan tenaga pendidik agar terus menyosialisasikan terkait bahaya terorisme dan dampak yang ditimbulkan bagi kelangsungan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Teroris bukan hanya musuh TNI dan Polri, tapi musuh kita bersama. Mari kita bersatu untuk memerangi teroris. (*)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved