Wabah Virus Corona
Ditutup Permanen 31 Mei 2020, Begini Kiprah Airy Rooms Sejak Dirintis 2015
CEO Airy Louis Alfonso Kodoatie mengatakan perusahaan sempat mencari cara namun tak mampu dan tutup secara permanen akhir Mei 2020
Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Startup jaringan hotel low budget Indonesia, Airy dikabarkan tutup akibat dampak pandemi virus corona.
Melansir dari TechinAsia, Kamis (7/5/2020), Airy akan menghentikan operasinya secara pemanen pada 31 Mei 2020 nanti.
CEO Airy Louis Alfonso Kodoatie mengatakan perusahaan sempat mencari cara untuk meningkatkan profitnya karena dampak pandemi virus corona.
Namun, pada April, Airy dilaporkan telah memberhentikan karyawannya hingga 70 persen.
• Jadwal Malam Nuzulul Quran Ramadhan 2020 dan Hukum Memperingatinya Menurut Ustadz Abdul Somad
• Bocoran The World of The Married Episode 13, Ji Sun Woo Bakal Balikan dengan Lee Tae Oh?
• Bagian Tubuhnya Ditoel, Inul Daratista Ribut dengan Penonton, Ini Cerita si Juri LIDA pada Luna Maya
“Kami telah melakukan upaya terbaik kami untuk mengatasi dampak dari bencana (internasional) ini. Namun, mengingat penurunan teknis yang signifikan dan pengurangan sumber daya manusia yang kami miliki saat ini, kami telah memutuskan untuk menghentikan (kegiatan) bisnis kami secara permanen,” tulis perusahaan.
Lantas seperti apa sepak terjang Airy selama ini?
Airy merupakan perusahan startup rintisan yang didirikan oleh Danny Handoko selaku CEO dan rekannya Samsu Sampena yang bertindak sebagai CTO Airy, pada 2015 silam.
Sebelum merintis Airy, keduanya pernah bekerja di perusahaan Online Travel Agent kenamaan, Traveloka.
Airy mengawali perjalanannnya sebagai penyedia jaringan hotel low budget yang dikenal dengan nama Airy Rooms.
Ekspansi bisnis

Booth Airy yang mempromosikan layanan Airy Syariah dalam sesi Muslim Travel di pameran industri travel Internasionale Tourismus-Borse (ITB) Asia di Marina Bay Sands Expo and Convention, Singapura, Kamis (17/10/2019).(KOMPAS.COM/NURSITA SARI)
Pada 2017, Airy kemudian merambah bisnis lain dengan menyediakan tiket pesawat murah untuk liburan ke destinasi seluruh Indonesia.
Selama lima tahun keberadaannya, Airy telah bekerja sama dengan lebih dari 2.000 properti dan 35.000 kamar yang tersebar di lebih dari 100 kota di Indonesia.
Sebagai Accomodation Network Orchestrator (ANO), Airy Rooms mengelola ribuan kamar hotel dari berbagai mitra pilihan untuk menghadirkan pelayanan terbaik sesuai standar yang ditetapkan Airy untuk setiap kamar.
Melansir dari Kompas.com (25/8/2016) ada 7 fasilitas yang ditetapkan untuk kamar Airy rooms yakni:
Jaringan WiFi gratis
Televisi
Air hangat
Pendingin ruangan
Tempat tidur bersih
Amenities
Hingga air minum gratis seluruhnya tersedia demi menjamin kenyamanan berkualitas tinggi bagi seluruh tamu.
Dampak pandemi
Adapun untuk Airy Eco yang merupakan kamar Airy dengan harga ekonomis menjamin 6 fasilitas untuk kamarnya yakni:
Jaringan WiFi gratis
Televisi
Pendingin ruangan
Tempat tidur bersih
Amenities
Dan air minum gratis.
Pada Selasa (28/1/2020), Airy baru saja menunjuk Louis Alfonso Kodoatie sebagai CEO baru di perusahaan itu yang kemudian efektif per Januari 2020.
Dalam sebuah wawancara TechinAsia pada Maret silam, Kodoatie mengatakan bahwa perusahaan tengah berputar menuju profitabilitas dalam rangka mengurangi dampak pandemi Covid-19.
"Kami optimistis pandemi akan segera teratasi dan industri perjalanan dapat pulih. Dengan teknologi dan kualitas layanan yang tepat, kami yakin bahwa Airy dapat bangkit kembali lebih cepat dan memulihkan bisnis kami seperti sebelumnya,” ujarnya saat itu.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kiprah Airy Rooms, Dirintis 2015, Tutup Permanen 31 Mei 2020 akibat Pandemi Corona",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kartu-hotel-airy.jpg)