Breaking News:

Wabah Corona di Kalsel

Uji Swab di Banjarmasin Seminggu Hanya Bisa 2 Kali, Ini Penyebabnya

Keterbatasan petugas yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin menjadi kendala dalam pelaksanaan uji swab di Kota Banjarmasin

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA
Ilustrasi-Petugas medis memeriksa pasien dengan SWAB Test di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (8/4/2020). Tes dengan sistem tersebut dilakukan guna mempersempit penyebaran COVID-19 di wilayah Depok dan sekitarnya. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keterbatasan petugas yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin menjadi kendala dalam pelaksanaan uji swab di Kota Banjarmasin.

"Kalau mereka sakit maka lumpuhlah Banjarmasin ini," ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, sekaligus Juru Bicara GTPP Covid-19, Machli Riyadi saat menggelar rapat evaluasi PSBB di Kantor Walikota Banjarmasin.

Menurutnya,  saat ini petugas swab di Banjarmasin sudah ada empat orang, yang mana sebelumnya hanya ada dua orang, itu tentu juga masih menjadi kendala di lapangan.

Dalam pelaksanaanya, petugas swab hanya mampu melakukan swab dua kali dalam seminggu.

Balai Besar POM Pinjamkan Alat PCR Pemeriksaan Swab ke RSDS Palangkaraya

Hasil Tes Swab Negatif Covid-19, 17 Orang Isolasi di Eks Gedung Murakata Diperbolehkan Pulang

Dengan Alat TCM, Sejumlah Rumah Sakit di Kalteng Memungkinkan Periksa Swab Mandiri

Kondisi itu, bebernya, dikarenakan pemakaian APD lengkap yang dinilai sangat menguras tenaga petugas.

"Jadi mereka diistirahatkan selama tiga hari untuk tidak bekerja dulu, takut mereka sakit. Karena ketika petugas memakai apd lengkap selama enam jam menguras stamina yang luar biasa," jelasnya.

Sebelum PSBB resmi diperpanjang masa pelaksanaanya, swab Banjarmasin sudah dilakukan kepada 104 orang, 40 diantaranya dinyatakan positif. Jumat (08/05/2020).

Swab dilakukan pada dua tempat, yakni Rumah Sakit Sultan Suriansyah setiap hari Sabtu, dan di Dinkes setiap hari rabu.

Selain itu kendala yang di hadapi saat awal pelaksanaan PSBB yakni keterbatasan rapid test.

Hal tersebut juga telah di sampaikan Machli saat menggelar rapat evaluasi PSBB di Kantor Walikota Banjarmasin.

Namun kendala itu dapat teratasi berkat bantuan yang di salurkan oleh Pemerintah Provinsi, dengan memberikan sebanyak 500 unit rapid test kepada GTTP Covid-19 Banjarmasin.

"Setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi akhirnya mendapat bantuan 500 unit alat rapid test, dan langsung dihabiskan di beberapa tempat," jelasnya.

Selain itu hal yang menjadi kendala lainnya adalah saat petugas melakukan tracking ke rumah-rumah warga. Kebanyakan warga tidak sedang berada di rumah, karena alasan bekerja.

Tes Swab kepada 30 Orang, Dinkes Kota Banjarmasin Tunggu Hasil

Hasil Swab Negatif, Pasien Positif Corona dari Tabalong Dinyatakan Sembuh

Untuk itu diharapkan kedepannya masyarakat untuk tetap di rumah saja, agar petugas lebih mudah dalam melakukan proses tracking.

"PSBB merupakan momentum tepat untuk mencari orang positif covid-19 sebanyak mungkin, dengan cara tracking langsung kerumah warga," tambahnya. (banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved