Breaking News:

Wabah Corona di Kalsel

HSU Langsung Kirim Pengidap Virus Corona ke Ambulung Banjarbaru

Agar tidak menular, petugas yang mengirim pengidap ke Ambulung menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

banjarmasinpost.co.id/dony usman
Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes HSU, Masbudianto. 

Hal ini karena dinyatakan negatif Covid-19.

Sebelumnya perempuan itu dirujuk ke RSUD Ulin karena hasil dua kali rapid test atau tes cepatnya menunjukkan reaktif.

Jubir GTPP Covid-19 Tapin yang juga Direktur RSUD Datu Sanggul, H Milhan, mengatakan hasil pemeriksaan swab pasien tersebut menjawab keresahan perawat di poli penyakit dalam di rumah sakitnya.

Selama ini, pasien itu rutin berobat di poli penyakit dalam dan ketika dilakukan rapid tes hasilnya reaktif.

Akibatnya para perawat di RSUD Datu Sanggul yang melayaninya khawatir.

Menurut Milhan, berdasarkan prosedurnya, pasien itu akan dikembalikan ke RSUD Datu Sanggul Rantau untuk diisolasi dan dirawat.

Kepala Dinas Kesehatan Tapin, H Alfian Yusuf, menyatakan hasil rapid test reaktif belum bisa disebut positif Covid-19.

“Reaktif rapid test bisa disebabkan faktor lain, bukan karena adanya virus corona,” kata Ketua GTPP Covid-19 Tapin itu.

Para jurnalis dari berbagai media di Kota Banjarbaru juga menjalani rapid test di kantor Dinkes Banjarbaru, Jumat.

Secara bergantian, mereka diambil sampel darahnya oleh petugas yang difasilitasi oleh petugas.

“Kami sangat apresiasi dengan kegiatan ini,” kata Fahmi, reporter media elektronik.

Menurutnya, rekan-rekan pers juga punya kekhawatiran tertular Covid-19 karena harus bergerak ke berbagai tempat.

Kadinkes Banjarbaru, Rizana Mirza, mengatakan dari hasil rapid test ada tiga jurnalis yang menunjukkan hasil reaktif. Hal ini akan ditindaklanjuti dengan tes berikutnya. (edisi cetak)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved