Berita Banjarmasin

Dampak Pembatasan Kiriman Jalur Udara, Stok Ikan Hias Kritis, Begini Keluhan Pedagangnya

Stok ikan hias dikeluhakan semakin kritis karena dampak pembatasan pengiriman jalur udara. Pedagang ikan hias terancam tidak lagi bisa berjualan

banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rahman
Dagangan ikan hias di tepi jalan A Yani Km 7 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengiriman ikan hias terhambat akibat adanya pembatasan pengiriman melalui jalur udara. Pedagang ikan hias pun mengeluhkan stok ikan hias semakin menipis

Hal itu dirasakan oleh pedagang ikan hias, Salman (35), menuturkan dagangan ikan hias bulan ini adalah stok terakhir, disebabkan sudah tidak ada lagi pengiriman, Minggu (10/5/2020).

Ia mengambil stok ikan hias di daerah kampung Melayu yang dimana didatangkan dari pulau Jawa melalui jalur udara, namun semenjak ada wabah virus corona pengiriman ikan hias terhambat.

"Pengiriman pesawat sekarang nggak bisa, ini sekarang stok terakhir, nggak bisa ngambil stok lagi," ucapnya kepada banjarmasinpost.co.id.

Pagi hari Ia biasa berjualan di pasar teluk dalam dan pada malam hari berjualan di pasar tungging,  khusus hari Minggu ia berjualan di pinggir Jalan A Yani KM 7.

Jawaban Atta Halilintar Saat Ditagih Janji Bangun Masjid, Aurel Hermansyah Ikut Bereaksi

Tewas Tak Biasa di India Apoteker Keracunan Racik Obat Covid-19 dan 14 Orang Ditabrak Kereta

Jadwal Pencairan THR PNS Paling Cepat Tanggal 13 Mei 2020, Segini Perkiraan Besarannya

Tidak hanya menjual ikan hias tetapi ia juga menjual hewan hamster dan keong warna beserta tempatnya.

Untuk harga ikan hias bervariasi mulai dari harga Rp 8.000 sampai dengan Rp 60.000. hamster satu ekor dihargai dari Rp 35.000 sampai Rp 90.000, sedangkan keong dihargai Rp 10.000 per tiga ekor sudah termasuk tempatnya.

Ia menambahkan jika minggu ini tidak ada stok ikan hias yang datang terpaksa tidak berjualan, selain itu tidak ada pekerjaan sampingan.

Lebih lanjut saat ini berjualan ikan hias adalah satu-satunya penghasilan ditambah lagi selama ada pandemi covid-19 omzetnya menurun, biasanya dalam sehari bisa mendapatkan Rp 800.000 namun sekarang ia mampu mengumpulkan cuma Rp 250.000.

Meski terdampak terhadap omzetnya ia berharap kedepannya penyebaran pandemi virus corona ini cepat berakhir agar pengiriman ikan hias dari pulau Jawa berjalan dengan lancar.

(Banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rahman)

Penulis: Ahmad Rahman
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved