Berita Regional

500 TKA China Tak Jadi Datang, 3.000 Tenaga Kerja Lokal Terancam Dipecat

Akibat tertundanya kedatangan TKA China itu, bahkan pembangunan smelter di perusahaan yang berada di Sulawesi Tenggara terpaksa dihentikan

KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI
External Affairs Manager PT VDNI Indrayanto 

Editor : Didik Trio Marsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tertundanya kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China menjadi masalah berarti bagi PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS).

Akibat tertundanya kedatangan TKA China itu, bahkan pembangunan smelter di perusahaan yang berada di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara ( Sultra) tersebut sekarang terpaksa dihentikan karena kurangnya tenaga ahli.

External Affairs Manager PT VDNI Indrayanto mengatakan, para TKA tersebut sedianya akan mengerjakan 33 tungku smelter milik PT OSS.

Pengerjaan tungku smelter tersebut diklaim dapat menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Sesak Napas Sebentar, Sekda Kabupaten Garut Deni Suherlan Meninggal

Daftar 10 Smartphone Terlaris di Awal 2020, Ada Apple iPhone 11 dan Xiaomi Redmi 8A

BREAKING NEWS: Bocah Desa Bangkal Balangan Tenggelam di Sungai, Pencarian Masih Dilakukan

Terkait penerimaan ribuan karyawan itu, menurutnya saat ini sudah selesai dilakukan perekrutan.

"Jika 500 TKA China sampai tidak jadi didatangkan, maka sebanyak 3.000 lebih tenaga kerja lokal terancam kehilangan pekerjaannya," kata Indrayanto dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Senin (11/5/2020).

"Bisa ada kemungkinan mereka dirumahkan dahulu tanpa mendapat gaji, atau bahkan bisa PHK. Tentunya hal ini tidak kami harapkan, perusahaan juga berusaha agar hal ini tidak terjadi," sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan, 500 TKA China itu merupakan tenaga teknis yang bekerja secara temporer dan bukan untuk waktu lama.

Peran mereka adalah memasang alat pada tungku smelter untuk produksi.

"Setelah mereka melakukan pemasangan, mereka akan kembali lagi ke Tiongkok. Paling lama itu tiga bulan, maksimal enam bulan, tenaga ahli itu paling lama bekerja 6 bulan, jika bisa lebih cepat lagi misal 3 bulan selesai, mereka langsung pulang," kata Indrayanto.

“Namun dengan pertimbangan terbitnya Permenhub Nomor 25 tahun 2020 serta permintaan dari instansi terkait untuk menunda rencana tersebut, maka pada 24 April 2020, perusahaan memutuskan untuk menunda kedatangan TKA tersebut," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi menolak kedatangan TKA asal China karena sedang pandemi corona.

"Suasana kebatinan kita sekarang belum menerima hal itu. Ya kita tundalah," ungkap Ali Mazi pekan lalu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "3.000 Tenaga Kerja Lokal Terancam Dipecat, Jika 500 TKA China Tak Datang",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved