Serambi Mekkah

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banjar Imbau Warga Perbatasan

GTPP Covid-19 Kabupaten Banjar sebut ada penambahan warga positif terpapar corona setelah melakukan perjalanan ke pasar di Kota Banjarmasin.

MC KOMINFO KABUPATEN BANJAR
Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Banjar beri penjelasan tentang penambahan warga yang positif terpapar virus corona, Selasa (12/5/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Banjar, Kalsel,  terus mengimbau masyarakat agar tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah kecuali dalam keadaan penting.

Sebab, penambahan orang positif corona justru berasal dari kawasan pasar dan tempat penuh kerumunan orang.

Diakui juru bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Banjar yang juga Kepala Dinas Kesehatan, dr Diauddin, didampingi Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, HM Aidil Basith, dalam Konferensi Pers (Vidcon) di Command Center Barokah, Martapura, Senin (11/5/2020).

"Tambahan tiga sehingga ada 23 terkonfirmasi positif, yaitu satu keluarga, ibu, anak dan menantunya. Mereka berasal dari Kecamatan Kertak Hanyar. Si ibu kebetulan sering bepergian ke pasar di Banjarmasin. Ini sebenarnya mirip dengan sembilan kasus sebelumnya yang semua terkonfirmasi positif, setelah ada riwayat perjalanan ke pasar di Banjarmasin, baik sebagai pedagangnya maupun pembeli," jelasnya.

Maka dengan itu, GTPP Covid-19 Kabupaten Banjar mengimbau agar warga di perbatasan seperti di Sungai Lulut, Kertak Hanyar dan wilayah sekitar lainnya agar waspada dan tidak usah memaksakan diri ke pasar di Banjarmasin.

"Untuk masyarakat Kabupaten Banjar, janganlah dulu jalan-jalan ke Banjarmasin, khususnya ke pasar-pasar yang saat ini sudah terbukti jadi tempat penularan yang lumayan masif di Banjarmasin," ucap dr Diaduddin.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang terpaksa keluar rumah untuk menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak saat bertemu warga lain.

Serta, apabila sampai di rumah, segera mandi dan mencuci pakaian yang dikenakan.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan kedatangan 7.000 rapid test dalam waktu dekat.

Kita akan bagi ke puskesmas, lebih cepat pemeriksaan untuk yang dicurigai akan lebih baik untuk memutus penyebaran.

"Selama ini petugas di puskesmas sudah dilatih. Namun rapid test alatnya minim," ucap dr Diaduddin. (AOL/*)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved