Berita Banjarmasin

Pabrik Es di Banjarmasin Ini Alami Penurunan Pembeli dari Nelayan

Meski terjadi wabah corona dan nelayan berkurang membeli es balok, tetapi pabrik es di Banjarmasin ini tetap tak mengurangi upah pekerjanya.

BANJARMASINPOST.CO.ID/LENI WULANDARI
Herman (33), mekanik pabrik Es Nusantara Jaya, di Jalan RK Ilir, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (12/5/2020). 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Sebelum wabah virus corona atau Covid-19, nelayan banyak memesan es di Pabrik Es Nusantara Jaya di di Jalan RK Ilir, Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Namun setelah datang wabah, terlebih penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid I dan kemudian diperpanjang Pemko Banjarmasin menjadi PSBB jilid II, nelayan yang datang makin sedikit. 

Meski situasinya demikian, menurut seorang karyawan mekanik pabrik Es Nusantara Jaya, Herman (33), upah kerja selama wabah masih dengan jumlah yang sama sebelum adanya wabah.

"Sejauh ini, kami bersyukur tidak ada potongan gaji dari atasan," ucapnya saat ditemui di pabrik es, Selasa (12/5/2020) sore.

Video Warga Miskin Banjarmasin Terima BST Rp 600 Ribu

Komunitas Pelangi Banjarmasin Gelar Diskusi Secara Virtual Bahas Ini

Sejumlah Pedagang Pasar Antasari Banjarmasin Sampaikan Aspirasi ke Satpol PP

Satpol PP Banjarmasin Imbau Pedagang di Sudimampir Jangan Jualan

Video Kemacetan saat Berlangsung Pemeriksaan di Pintu Masuk Pal 6 Banjarmasin

Di sisi lain, Herman menjelaskan, prosedur kerja selama wabah pandemi masih berjalan seperti biasa. Hanya saja, pengurangan balok es dari para nelayan begitu terasa pengaruhnya beberapa waktu belakangan.

"Untuk prosedur kerjanya masih sama. Tapi untuk pembeli, berkurang. Mungkin karena nelayannya jarang melaut akhir-akhir ini. Ikannya juga murah, kata mereka. Jadi, tergantung dari Pelabuhan Banjar Raya dan perikanan (tempat pelelangan ikan) pembelinya," jelasnya.

Sedangkan saat ini diketahui, jumlah kapal nelayan ikan yang merapat ke pelabuhan ikan memang berkurang.

Inilah yang selanjutnya melatarbelakangi berkurangnya nelayan ikan yang datang ke pabrik es Nusantara Jaya.

"Musim wabah ini, memang sepi. Biasanya satu hari ada tiga sampai empat kapal, namun saat ini hanya ada satu kapal. Bahkan ada selama satu hari tidak dapat kapal yang datang membeli balok es," imbuh dia.

Dari penuturannya, satu balok es dihargai Rp 11.000. Satu kapal nelayan ikan yang biasa datang membeli balok es memerlukan sedikitnya 500 hingga 1.000 balok es.

(Banjarmasinpost.co.id/Leni Wulandari)

Penulis: Leni Wulandari
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved