Ekonomi dan Bisnis

Covid-19 Gelombang Kedua Pascalockdown, IHSG Terus Melemah, Ini Rekomendasi untuk Investor

Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada beberapa hari terakhir terpantau melemah

banjarmasinpost.co.id/Mariana
Anggota bursa di BEI KP Kalsel memantau pergerakan saham 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada beberapa hari terakhir terpantau melemah.

Senior Equity Brokerage MNC Sekuritas Banjarmasin, Herry Wachiedin menjelaskan, koreksi IHSG juga serupa terjadi pasar saham Asia lainnya yang mayoritas melemah di tengah kekhawatiran tentang gelombang kedua infeksi Covid-19.

"Karena beberapa negara mulai membuka kembali aktivitas ekonomi. China, Jerman dan Korea Selatan telah melaporkan penambahan kasus baru Covid-19 usai pembukaan lockdown," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Di tengah kekhawatiran tersebut, kubu lain masih ada yang optimistis tumbuhnya ekonomi pascapembukaan lockdown di berbagai negara.

Rektor ULM Tanggapi Petisi Permintaan Keringanan UKT Mahasiswa

Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai Juli 2020, Begini Penjelasan Kepala BPJS Banjarmasin

PSBB Kabupaten Banjar 16 Mei 2020, Ada Ancaman Sanksi

Banjarbaru Terapkan PSBB 16 Mei 2020, Pelintas Batas Daerah Wajib Tahu

Ia menyebutkan saham-saham yang paling menurun di antaranya saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) sebesar 6,93 persen, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) 6,86 persen, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) 6,79 persen, sedangkan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) 4,95 persen dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang turun 4,85 persen.

Sementara, saham berbasis komoditas berikut ini yakni: Coal menguat 1,50 persen, Oil 4,97 persen dan Gold 0,49 persen berpotensi terus menguat.

"Mengetahui IHSG berpotensi terkena aksi profit taking lanjutan, di tengah investor asing yang terus membukukan Net Sell year to date (YTD) 12 Mei 2020 mencapai sebesar Rp -22.12 triliun serta secara valuasi masih cukup banyak saham sangat menarik untuk dibeli, kami merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan Swing Trade maka dapat fokus atas saham dari FMCG, Industri Dasar, Kimia, Rumah Sakit, Konsumer, Rokok, Bank dan Coal," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved