Berita Hulu Sungai Tengah

DPRD dan Pemkab Hulu Sungai Tengah Bahas Raperda Kawasan Tanpa Rokok

DPRD Kabupaten HST mengingatkan Pemkab HST bahwa kawasan tanpa rokok harus dibarengi dengan sosialisasi yang benar dan sumber daya manusia.

PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PEMKAB HULU SUNGAI TENGAH UNTUK BPOST GROUP
Rapat paripurna penyampaian pandangan umum d DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (14/5/2020). 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI – Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) rencananya bakal memiliki Peraturan Daerah kawasan Tanpa Rokok.

Jika Banjarmasin dan Provinsi Kalimantan Selatan sudah memiliki Perda tentang KawasanTanpa Rokok sejak lama, Kabupaten HST baru mengaturnya.

Namun tak hanya mengatur mengenai rokok tembakau saja, rencananya rokok elektrik juga, sehingga perlu pula ruangan khusus. 

Hal ini berdasarkan pandangan umum fraksi atas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di ruang Rapat Paripurna pada Kamis (14/5/2020).

Tiga raperda yang diberi pandangan umum adalah Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan, kemudian Rencana Induk Pembangunan Industri Kabupaten HST Tahun 2019-2040 dan raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Pukulan Dibalas 4 Tusukan, Warga Pandawan Kabupaten HST Ini Pun Tewas

Rumah Terbakar di Kabupaten HST, Delapan BPK Bantu Pemadaman

Sinergi TNI Polri, Bagi Sembako Hingga Semprot Disinfektan di Kabupaten HST

TNI-Polri di HST Kawal Distribusi Bantuan Sosial Langsung Tunai

Rapat paripurna penyampaian pandangan umum tersebut dipimpin Ketua DPRD Kabupaten HST, A Rachmadi, dihadiri Bupati  A Chairansyah, Wakil Bupati Berry Nahdian Forqan, serta seluruh pejabat SKPD.

Juru bicara Fraksi Gerindra, Faizatunnisa, mengatakan, kawasan tanpa rokok harus dibarengi dengan sosialisasi yang benar dan sumber daya manusia.

Menurutnya, pemasalahan yang sering ditemui dalam pembentukan aturan kawasan tanpa rokok antara lain sumber daya manusia yang lemah serta anggaran daerah yang kurang.

Menurutnya, pengguna rokok elektronik tidak secara ekplisit diatur dalam raperda ini. “Kami berharap untuk memberlakukan hal yang sama terhadap pengguna  rokok elektronik,” katanya.

Menurutnya, penting mengatur pengguna rokok elektrik juga mengingat penggunanya juga sudah semakin banyak. “Kalau kami, berharap ada penyedia area khsus bagi peroko baik tembakau dan rokok elektrik,” harapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved