Breaking News:

Berita HSU

Rela Ikut Jadi Tenaga Medis Covid-19 di HSU, Redha Ungkap Alasan Ini

Ridha rela ikut menjadi bagian tenaga medis covid-19 yang tentu beresiko besar. Ternya, Ini alasannya

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Hari Widodo
istimewa
Redha (nomer dua sebelah kiri), saat melakukan cek darah pasien positif covid-19. 

Editor : Hari Widodo

 BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – RSUD Pambalah Batung Amuntai baru saja mengumumkan hasil rekrutmen untuk tenaga kesehatan yang khusus menangani kasus Covid-19 di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pada 13 Mei 2020.

Sebanyak 71 orang berhasil lulus seleksi setelah melalui tahap seleksi administrasi dan tes kompetensi.

Mereka, sudah akan ditugaskan pekan ini menangani Covid-19 di HSU.

 Redha Anugrah Putra, warga Desa Sungai Karias Kecamatan Amuntai Tengah merupakan salahsatu peserta seleksi yang lulus dalam rekrutmen tenaga kesehatan khusus untuk menangani Covid 19 itu.

UPDATE COVID-19 KALSEL: Anak 11 Tahun dan Remaja Asal Tapin Positif Corona

Ikut Rekrutmen, 71 Orang Ini Lulus Seleksi Tenaga Kesehatan Covid 19 di HSU

Siap Salurkan Rp 4,6 miliar, Dinsos HSU Upayakan Penerima Bansos Tidak Tumpang Tindih

Formasi yang dipilihnya adalah Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) sesuai dengan pendidikannya.

 Redha mengaku terpanggil untuk ikut mengikuti seleksi tersebut karena ingin menjadi bagian dalam upaya menyembuhkan pasien Covid 19.

“Sempat berfikir dan mempertimbangkan, dan akhirnya membulatkan tekad untuk mendaftar dan akhirnya lulus, karena jika memikirkan resikonya maka sejak dari awal memilih pendidikan sudah paham akan resiko tenaga kesehatan,” ujarnya.

 Redha juga telah menjelaskan kepada orangtua dan pihak keluarga bahwa pekerjaan ini adalah panggilan jiwa kemanusiaannya, dan ketika ada kesempatan maka tak akan disia siakan olehnya.

Redha yang merupakan lulusan Poltekes Banjarbaru tahun 2013, dirinya sangat senang saat mengetahui lulus dalam rekrutmen ini.

 Redha mengaku belum mengetahui akan mendapatkan insentif atau gaji berapa saat menjadi tenaga kesehatan yang khusus menangani kasus Covid 19 ini.

Selama tiga tahun terakhir Redha memang sudah menjadi tenaga honorer di RSUD Pambalah Batung, dan saat ada dibuka lowongan ini dirinya bersedia melepaskan pekerjaan sebagai tenaga honorer meskipun jika ingin mencari aman maka dirinya bisa saja bertahan dengan pekerjaan yang ada saat ini.

 “Saya sudah persiapkan secara fisik dan mental, yang penting mengikuti prosedur dalam setiap menjalankan tugas dan selalu berdoa setiap akan melaksanakan kegiatan,” ujarnya.

Bukti Wabah Virus Corona Segera Berakhir, Ini Prediksi Waktu Covid-19 Bisa Diatasi di Tiap Negara

GTPP Kalsel Luncurkan Mobil KIE, Gubernur Minta Masyarakat Sadar Bahaya Covid-19

 Saat ini sudah ada satu pasien terkonformasi positif Covid 19 yang dirawat di RSUD Pambalah Batung, dirinya juga sempat membantu malakukan pengetesan darah pasien positif Covid 19.

Harapan besar dari Redha adalah tidak ada lagi warga HSU yang terjangkit virus mematikan ini, namun jika ada dirinya sudah siap untuk melaksankaan tugas dengan sebaiknya untuk menjadi bagian dari usaha menyembuhkan pasiean Covid 19. (banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved