Fikrah

Mereka yang Dibangunkan Allah SWT Rumah di Surga

Dalam kondisi sekarang kita menghadapi wabah tha’un yaitu corona, maka kita salat tarawih dan tahajjud di rumah saja

istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh KH Husin Nafarin

BANJARMASINPOST.CO.ID - ALHAMDULILLAH kita masih bisa menghirup udara bulan Ramadan 1441 H. Semoga kita sampai berhari raya dan seterusnya dapat beribadah Kepada Allah SWT sesuai tugas kita diciptakan Allah SWT sebagai manusia. Wamaa khllaqtul-jinna wal-insa illaa liya’buduuni, dan tidaklah aku jadikan jin dan masusia melainkan untuk beribadah kepada-KU (QS 51,56). Ada guyonan remaja, siapakah yang duluan diciptakan Allah apakah jian atau manusia. Jawabannya, yang duluan adalah manusia baru jin.

Dalam kondisi sekarang kita menghadapi wabah tha’un yaitu corona, maka kita salat tarawih dan tahajjud di rumah saja, kita yakin pahala berjamaah di masjid tetap kita dapatkan, karena seandainya tidak ada wabah tha’un ini niscaya kita akan berjamaah di masjid seperti biasa. Allah SWT Maha tahu akan hal ini. Bisa jadi kerinduan hati kita berjamaah ke masjid yang kini kita tidak mampu, bisa jadi menambah pahala kita. Amin.

Ada guyonan remaja penghibur hati, katanya kalau yang kena corona itu laki-laki, pasti coronanya perempuan yaitu mbak rona, kalau yang terpapar corona itu perempuan mesti coronanya mestu laki-laki yaitu kak rona. Kepada para keluarga umat islam yang terkena korona dimana-mana, tangkal lah kesedihan dengan berita bahwa Allah SWT menganugerahkan kepada mereka yang terpapar corona itu meninggal sebagai syahid akhirat, bahwa mereka itu mendapat pangkat martabat syahid akhirat, dan tanggkallah kesedihan dengan menyerahkan persoalan kepada Allah, innaa lillaahi wa inaa ilahi raji’un, dan menanamkan di dalam diri kita masing-masing bahwa kita juga akan mengalami kematian seperti mereka, cuma masih menunggu giliran dan bila sudah sampai waktunya tidak bisa didahulukan atau dimundur barang sesatpun. Dan kita diperingatkan bahwa pada saat menghadapi sakartul-maut seseorang bersungut minta dimundur barang sekejap saja, tujuannya untuk bisa bersedekah. (QS 63.10) Kecuali barang kali orang yang gagal menjadi anggota legislatif, ia minta dimundur untuk bisa mencaleg kembali, (kata UAS).

Rasulullah SAW menasihatkan empat perkara yang harus kita lakukan di dalam bulan Ramdan, dua diantara dapat merebut keredaan Tuhan dan dua diantaranya kita disuruh mintakan surga dan minta jauhkan dari neraka, inilah yang kita rangkai dalam bentuk doa menjelang berbuka puasa, “asyhadu allaa ilaaha illallaah, astagfirullah, as’alukal-jannata wa a’uuzdubika minannaar. (HR,Ibnu Huzaimah).Siapakah mereka yang dibangunkan Rumah di surga? Pertama, mereka yang sabar menghadapi kematian anaknya. Allah bertanya kepada para malaikat pencabut nyawa (kendati Dia Maha Tahu) apa yang kalian lakukan, bukankah kalian telah mencabut nyawa buah hatinya. Malaikat pencabut nyawa menjawab? Betul ya Allah.” Lalu apa yang dikatakannya? Ia berkata dengan sabar akan takdir-Mu ya Allah dan mengatakan inaalillaahi wa inna ilaihi raju’un. Allahpun berfirman, “Buatkan ia rumah di surga dan beri nama Mahligai Puji-Pujian.”

Kedua, mereka yang memelihara waktu. Rasul saw bersabda, ma min abdin yatawadh-dha’u fa asbaghal-wudhu tsumma shalla kulla yaumin istnatai-asyara rak’atan tathawwu’an min gairi faridhah ilaa banallahu lahu baitan fil-jannah. Bila seorang muslim berwudu dan memperbaiki wudunya. Kemudian memelihara wudunya, kemudian shalat dua belas rakaat shalat sunat yang bukan fardhu, melainkan Allah buatkan baginya rumah di surga (HR, Muslim).

Ketiga membangun atau ikut membangun masjid. Nabi SAW bersabda, man bana lillahi masjidan banallaahu lahu baitan fil-jannah, barang siapa yang mmembangun masjid karena Allah, niscaya Allah bangunkan buatnya rumah di surga.(HR, Ibu Huzaimah).

Keempat, membaca surah al ilkhlas, Nabi SAW bersabda, man qara’a suratal ikhlas ahada asyara maraatin banallahu baitan fil-jannah, Barang-siapa yang membaca surah al-khlas sebelas kali, niscaya Allab SWT buatkan baginya rumah di surga (HR Ibnu Huzaimah.shahin]h al-jami).

Kelima, menutupi shaf di depannya yang kosong dalam shalat berjamaah. Nabi SAW bersabda, “Man sadda furjatan rafa’ahullahu biha darajah wa banallaahu lahu baitan fil-jannah, barang-siapa yang menutup shaf kosong di depannya dalam salat berjamaah niscaya Allah buatkan baginya rumah di surga (HR Attargib wattarhib).

Keenam, Nabi SAW bersabda, man shalladh-dhuha arba’an waqablal-awwali arba’an banallaahu lahu baitan fil jannah, barang siapa yang shalat dhuha empat-rakaat dan sebelumnya empat-rakaat. niscaya Allah bangunkan baginya rumah di surga (Shahih Al-Jami:).

Ketujuh membaca zikir ketika masuk pasar. Nabi SAW bersabda man dakhalassuuqa faqaala, barang siap masuk pasar maka ia membaca. laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syarukakahuu, lahul-mulku walahul-hamdu yuhyii wa yumiir wa huwa hayyun laa yamuutu biyadil-khairu wa huwa alaa kulli syai;in qadiir, niscaya Allah tuliskan buatkan baginya seribu kebaikan dan Allah SWT hapuskan darinya sejuta kesalahan, serta Allah swt angkat derajatnya sejuta martabat an Allah SWT buatkan untuknya rumah di surga (sahih Attargib wat-tararhib).

Mari kita amalkan bersama-sama untuk mempermudah dan memperlempang jalan kita masing-masing ke dalam surga, amin. (*)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved