Selebrita

Habib Aboe Bakar Soroti Ketiadaan Aturan Larangan Komunisme di RUU HIP

Menurut Anggota DPR RI Komisi III Habib Aboe Bakar Alhabsyi, tentu menjadi aneh jika kemudian RUU HIP tidak memuat Larangan Ajaran Komunisme

istimewa
Habib Aboe Bakar Alhabsy 

Editor: Anjar Wulandari
BANJARMARMASINPOST.CO.ID - TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme / Marxisme adalah sumber penting Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Karena lahirnya RUU HIP adalah adanya pemikiran perlunya penegasan pancasila sebagai soko guru ideologi bangsa. Dengan UU tersebut nantinya di harapkan dapat menjadi landasan berpikir dan bertindak bagi penyelenggara negara dan masyarakat.

Menurut Anggota DPR RI Komisi III Habib Aboe Bakar Alhabsyi, tentu menjadi aneh jika kemudian RUU HIP tidak merujuk TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme / Marxisme.

Simulasi TFG PSBB Banjarbaru dan Banjar, Dalam Kasus Keadaan Bergejolak Begini Tindakannya

Kumpulan Ucapan Selamat Idul Fitri 1441 H Lengkap Kata Mutiara Bahasa Indonesia, Inggris dan Jawa

Karena TAP MPR tersebut lahir sebagai upaya mengingatkan pentingnya ideologi pancasila yang pernah hendak di ganti oleh komunisme. Kita juga, kemudian memperingatinya dengan hari kesaktian pancasila. Itu semua adalah sejarah perjuangan bangsa dalam mempertahankan keberadaan pancasila.

"Akibatnya, masyarakat banyak yang mempertanyakan, apa sebenarnya motif penyingkiran TAP MPR tentang Komunisme tersebut dari RUU HIP. Masyarakat kemudian akan melihat, seolah ada upaya pengaburan sejarah bahwa komunisme merupakan musuh dari ideologi pancasila," kata dia.

Legislator Dapil Kalsel Fraksi PKS itu berharap bahwa kita semua tidak boleh menutup nutupi sejarah tersebut. "Jas Merah kata Bung Karno, Jangan Sekali Kali melupakan sejarah. Hal ini tentunya harus benar-benar diperhatikan, apalagi para senior kita sudah mengingatkannya dalam bentuk TAP MPR, sebuah produk konstitusi yang sangat penting," terangnya kepada banjarmasinpost.co.id. (*)

(banjarmasinpost.co.id/rendy nicko)

Penulis: Rendy Nicko
Editor: Anjar Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved