Wabah Corona di Kalsel

Perusahaan Besar di Batibati Disasar Tim GTP2 Covid-19 Kabupaten Tala

Rapid test diyakini GTPP Covid-19 Kabupaten Tala efektif untuk untuk segera memilah dan mengamankan warga yang diduga terpapar virus corona.

HUMAS PEMKAB TALA UNTUK BPOST GROUP
Wabup Tala, H Abdi Rahman (bertopi), turut memantau pelaksanaan rapid test di perusahaan besar di Kecamatan Batibati, Jumat (15/5/2020). 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pelaksanaan rapid test di lingkungan perusahaan di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai intens dilakukan.

Sebagian dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Tala, sebagian lagi dilakukan secara mandiri oleh pihak perusahaan.

Penggencaran rapid test tersebut guna menyisir semua orang-orang yang berpotensi terpapar virus ganas itu. Langkah ini diyakini GTP2 Covid-19 Kabupaten Tala efektif untuk untuk segera memilah dan mengamankan (karantina/isolasi) terhadap orang yang terpapar atau terinfeksi virus corona.

Langkah tersebut mendapat respons positif masyarakat. "Bagus saja itu supaya segera tuntas pemberantasan virus brengsek itu. Kalau perlu langsug test swab saja supaya langsung dapat diketahui hasilnya, positif Covid-19 atau tidaknya," cetus Ramli, warga Kota Pelaihari, Kabupaten Tala, kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (17/5/2020).

Pasalnya rapid test baru sebatas deteksi awal (screening) dan masih tetap harus ditindaklanjuti dengan test swab. "Supaya tak dua kali gawi aja, tapi sekarang memang sulit juga sih mendapatkan alat test swab atau PCR," sebutnya.

Patroli ke Kampung, Bupati Tanahlaut Tutup Paksa Dua Warung Malam

Tren Kesembuhan Covid-19 Meningkat, Bupati Tala Tegaskan Hal Demikian

Sementara itu, Bupati Tala, H Sukamta, menegaskan, melalui pemasifan rapid test dan PCR diharapkan sebaran Covid-19 terpetakan secara jelas dan terukur sehingga memudahkan penanganan terhadap orang-orang yang terpapar virus tersebut. "Dengan begitu, harapan saya, Kabupaten Tala tak perlu Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB," tandasnya.

Orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang ini menegaskan sangat banyak risiko yang mesti dipikul daerah maupun masyarakat ketika PSBB diberlakukan. Pasalnya, kegiatan atau aktivitas masyarakat menjadi terbatas sehingga ekonomi makin lesu.

Pemerintahannya pun, sejak sepekan terakhir menggencarkan rapid test. Rapid test telah digelar di pasar sayur Hasan Basry Kota Pelaihari dan sehari setelahnya menyasar karyawan produsen bahan bangunan di Desa Lianganggang, Kecamatan Batibati.

Lalu pada Jumat (15/5/2020) giliran perusahaan makanan kemasan dan pabrik makanan ternak di wilayah Kecamatan Batibati. Dari dua perusahaan itu, tim medis GTP2 Covid-19 Kabupaten  Tala mendapatkan masing-masing satu karyawan yang reaktif.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved