Berita Tanahbumbu

Lima Calon Pemudik Gagal Berangkat dari Pelabuhan Batulicin Kabupaten Tanbu

Lima orang dari Banjarmasin tak bisa naik kapal laut di Batulicin karena tidak membawa dokumen perjalanan.

BANJARMASINPOST.CO.ID/MAN HIDAYAT
ILUSTRASI - Pelabuhan feri Batulicin, Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan ( Kalsel ) 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Pemerintah pusat telah memberikan kelonggaran bagi mereka yang hendak bepergian jelang lebaran ini, namun dengan sejumlah ketentuan.

Bila tak penuhi, maka tidak akan berhasil lewat karena Pemerintah Pusat telah melarang Mudik dampak dari Covid-19. Hanya mereka yang memiliki kelengkapan surat yang bisa lewat, bila tidak lengkao, mka tidak akan bisa.

Seperti yang terjadi kemarin, di Pelabuhan Penyeberangan PT Angkutan Sungai Danau Penyebrangan (ASDP) Cabang Batulicin, Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan.

Sebanyak 5 orang, hendak berangkat ke Garonggong,  Sulawesi Selatan. Namun, mereka tak lolos setelah diperiksa petugas pos.

General Manager PT ASDP Cabang Batulicin, Sugeng Purwono, Selasa (19/5/2020) tidak membantah dengan dengan kabar yang sempat tidak meloloskan orang untuk mudik menggunakan kapal atau ke tujuan Garongkong Sulawesi Selatan.

Ada 5 orang yang datang dari Banjarmasin kemudian lewat Batulicin. Namun saat ditanya petugas, terkait kelengkapan yang mereka miliki tidak cukup sehingga petugas di pos tidak membiarkannya lewat dan mudik.

Kembalikan BST ke Pemkab Tanbu, Srini Ungkap Alasan Ini

Akpol 99 Juga Beri Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Tanbu

Polres Tanahbumbu Berikan 683 Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Rp 14 Miliar Disiapkan untuk BLT Dana Desa di Kabupaten Tanahbumbu

Buaya Raksasa Ini Tak Miliki Gigi Alias Ompong, Diduga Pemangsa Devi di Sebamban Baru Tanbu

"Berkas yang ditentukan dari pemerintah pusat itu memang ada berapa banyak di antaranya surat kesehatan, surat dinas bila ingin dinas surat dari perusahaan atau instansinya serta surat keterangan dari lurah atau RT tempatnya tinggal," katanya.

Itu sesuai, PM 25 tahun 2020, SE Dirjen Perhubungan Laut No SE19 tahun 2020, tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri 1441 H. Bila tak sesuai, maka akan tertolak secara sistem.

"Sedangkan 5 orang yang datang itu ke pelabuhan ASDP Batulicin mereka tidak bisa menunjukkan surat-surat lainnya. Dan yang bisa mereka tunjukkan hanya surat kesehatan dari Provinsi, sementara dari kabupaten tidak ada surat keterangannya," katnya.

Saat ditanya terkait keperluannya, mereka menjawab ingin berdinas. Namun saat dimintai surat dinasnya, mereka tak bisa menunjukkannya. Hanya ada surat keterangan kesehatan saja.

"Kami hanya mengangkut, karena kelengkapan yang diminta tidak cukup, maka untuk mengangkut mereka tidak bisa," katanya.

Menurut Sugeng, dia tidak menolak bagi mereka yang hendak mudik. Namun dengan catatan kelengkapan surat atau tujuannya lengkap sehingga tak menyalahi aturan.

Ini semata untuk menghindari penyebaran Covid-19 saat mudik, sehingga pemerintah melarang untuk mudik.

(Banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved