Martapura FC

Tarkam Tidak Ada, Pemain Martapura FC Aidil Bogel Makan Uang Tabungan

Pemain Martapura FC Aidil Bogel tak punya pemasukan karena liga dan turnamen antar kampung atau tarkam tidak digelar karena wabah virus corona.

IG @AIDIL BOGEL
Striker Martapura FC, M Aidil Bogel 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sudah seperti tradisi, setiap memasuki bulan suci Ramadhan ada digelar turnamen Liga Ramadhan di Lapangan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Striker Martapura FC, M Aidil Bogel, selalu ikut ambil bagian.

Hampir setiap tahun, pemain terlama di Martapura FC ini selalu menjadi bgian dari beberapa tim yang berbeda-beda, itu dilakukannya saat kompetisi Liga 2 istirahat selama bulan suci.

Sayang, ajang  yang juga disebut turnamen antar kampung atau biasa disingkat tarkam tersebut tidak digelar. Hal itu terkait dengan wabah virus corona atau Covid-19 .

"Makassarkan termasuk zona merah corona, jadi untuk Liga Ramadhan tahun ini tidak digelar," kata Bogel, sapaannya, kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (19/5/2020).

Bogel mengaku sebenarnya sangat senang ikut kejuaraan tersebut meski sifatnya hanya tarkam. Selain bisa menambah pundi- pundi uangnya, juga bisa bertemu dengan beberapa pemain profesional lainnya.

Ada Mantan Pemain Martapura FC, Marshell Huwae Ikut Bagikan Masker

Gelandang Martapura FC Catur Pamungkas Ikut Bantu Sajikan Oseng Mercon

Tak Terbiasa di Cafe, Kiper Martapura FC Ini Asik Nikmati Kopi Sederhana

Bek Martapura FC Muhammad Rifky Suryawan Banting Stir Jualan Sembako

Penjaga Gawang Martapura FC Putut Wijanarko Hobi Mancing Ikan

Dampak Virus Corona, Kompetisi Terancam Dihentikan, ini Sikap Barito Putera dan Martapura FC

Aidil ingat, paling berkesan ikut tarkam di Makassar itu saat membela tim PS Bina Marga Makassar pada 2015-2016. Walau tidak membawa timnya juara, namun Aidil bangga bisa bermain bersama beberapa pemain hebat, Zulham Zamrun, Evan Dimas dan lainnya.

"Tim saya tidak juara, tapi pemain-pemain hebat ikut tampil saat itu," kata dia.

Akibat tidak adanya kompetisi resmi dan tarkam Aidil pun mengaku usai Liga 2 ditangguhkan dia tidak memiliki pemasukan.

"Saya tidak memiliki usaha lain, hanya bergantung pada sepak bola. Hidup saya sekarang, terpaksa makan uang tabungan," kata dia.

Walau demikian, Aidil tetap bersyukur Ramadhan tahun ini bisa berkumpul dengan keluarga meski pundi-pundi tabungannya berkurang banyak.

Sebagai pemain profesional, walau tidak ada kegiatan, Aidil tetap rutin berlatih mandiri. Bisanya, memilih waktu sore untuk berlatih.

"Jadi, sambil ngabuburit menunggu berbuka, saya latihan mandiri," kata dia.

Sejak akhir kompetisi saat membela Martapura FC pada liga 2, Aidil Bogel memilih mengais rezeki dengan ikut tarkam dari daerah ke daerah.

Lalu, berapa bayaran yang dia terima dari hasil main di tarkam saat utu, Bogel enggan merinci lebih jauh.

"Lumayanlah dapat bayaran setiap kali main. Hasilnya, bisa buat biaya hidup," ujar Bogel.

Bogel mengaku tidak hanya dia seorang pemain liga 2 yang ikut tarkam, tapi pemain lain juga banyak melakukan hal Yang serupa.

"Banyak pemain Liga 2 di sini, bahkan ada yang bagus-bagus juga," tambah dia.

(Banjarmasin post.co.id/Khairil Rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved