Wabah Virus Corona

Cara Tabib Suku Amazon Obati Pasien Covid-19 diantara 1.400 Kematian, Pakai Resep Pepohonan Ini

Sekelompok tabib suku Amazon dengan hiasan kepala dari bulu dan daun sedang 'bekerja' mencari obat tradisional di sungai Amazon

AP/Felipe Dana
Kurangnya perawatan terhadap pasien virus corona dari Manaus mendorong Pedro dos Santos untuk minum teh yang terbuat dari akar sawi putih, bawang putih dan jeruk nipis untuk memerangi demam tinggi yang berlangsung 10 hari. 

Editor : Didik Trio Marsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sekelompok tabib suku Amazon dengan hiasan kepala dari bulu dan daun sedang 'bekerja' di sungai Amazon. Mereka mencari tanaman obat untuk obati pasien yang terinfeksi virus corona.

Dilansir media Perancis AFP, dengan perahu kecil, lima pria dari Suku Satere Mawe berusaha membantu kelompok mereka bertahan hidup tanpa menggunakan sistem kesehatan.

"Kami telah mengobati gejala kami dengan pengobatan tradisional kami sendiri, seperti cara nenek moyang kami mengajari kami," kata Andre Satere Mawe, seorang pemimpin suku yang berasal dari sebuah desa kecil di pinggiran jauh ibu kota negara bagian, Manaus.

"Kami telah menggunakan pengetahuan yang diwariskan kepada kami untuk mengumpulkan perawatan dan mengujinya, menggunakan pada gejala penyakit yang berbeda," ujar Andre.

Penularan di Amazonas sangat cepat, lebih dari 20.000 orang terinfeksi, dengan angka kematian sebanyak 1.400 orang.

Angka itu telah membuat sistem perawatan medis seperti rumah sakit kewalahan dan mendesak pihak otoritas untuk membuat banyak tempat untuk mengubur para korban yang tewas.

Wabah dan fenomena ini juga membuat khawatir masyarakat adat di kawasan itu, di mana mereka pernah memiliki sejarah tragis yang menghancurkan mereka akibat masuknya penyakit dari dunia luar.

Di dalam suku Amazon sendiri, virus corona telah menginfeksi sebanyak 40 kelompok suku dengan 537 kasus infeksi dan 102 kematian berdasarkan laporan Asosiasi Masyarakat Adat Brasil.

Pengobatan suku Satere Mawes termasuk teh yang terbuat dari kulit pohon Carapanauba yang punya sifat anti-inflamasi. Juga dari pohon Saracuramira, anti-Malaria dan bahan-bahan seperti kulit mangga, mint dan madu.

Penduduk desa yang curiga mereka memiliki Covid-19 mengatakan pengobatan tradisional mengobati.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved