KalselPedia

KalselPedia - Air Membiru Berlatar Bukit Patra Bulu di Kabupaten Banjar

Menuju tempat wisata Danau Tamiyang cukup mudah karena terhubung jalan beraspal sejak dari Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel hingga di lokasi.

BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Inilah jembatan ikonik di objek wisata Danau Tamiyang di Desa Mandikapau Barat, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pesona wisata di Bumi Barakat, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ) memang teramat menggoda asa, apalagi bagi penyuka travelling. Lebih-lebih kian bermunculan objek wisata baru yang menyajikan panorama nan eksotis.

Sebut saja Bukit Matang Keladan di Desa Tiwinganlama, Kecamatan Aranio, yang begitu ngetrend. Kini ada lagi tempat wisata baru yang tak kalah menariknya menjadi destinasi favorit bersantai  bersama sanak kerabat.

Apa itu? Danau Tamiyang namanya. Objek wisata ini berada di wilayah Desa Mandikapau Barat, Kecamatan Karangintan.

Akses menuju tempat wisata ini juga nyaman dan mudah karena terhubung jalan beraspal sejak dari Kota Martapura hingga di lokasi. Waktu tempuhnya cuma sekitar setengah jam.

PSBB di Kabupaten Banjar, Pengendara Banyak Diminta Balik Arah karena Pelanggaran ini

VIDEO Pemeriksaan di Perbatasan Kabupaten Banjar dan Banjarmasin

VIDEO Danau Tamiyang Senyap, Ditutup Sementara Sejak Covid-19 Merebak

Ambruk Jembatan Gantung Desa Benteng Pengaron, Masih Terendam Sungai, Warga Khawatirkan Ini

Danau Tamiyang merupakan danau alami yang menyajikan jernih dan membirunya air. Pemandangan makin elok karena danau ini berlatarbelakang bukit Patra Bulu di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam.

Sebuah jembatan yang dicat warna-warni dengan hiasan pernak-pernik payung dan bola-bola kecil yang membelah danau itu, membuat siapapun yang datang bisa menikmati keindahannya dari tengah danau.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar meyakini Danau Tamiyang mampu meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat sekitar. Selain itu juga bakal menjadi salah satu pemasok income terhadap pendapatan asli daerah.

Masyarakat setempat dapat membuka usaha dengan menjual berbagai macam makanan dan minuman untuk menyambut para wisatawan yang datang.

(Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved