Berita Jakarta

KSAU dan KSAL Baru Dilantik, Tamliha Beberkan PR Berat Keduanya

Anggota DPR RI Syaifullah Tamliha menyebut banyak kapal nelayan asing masuk wilayah Indonesia dan banyak alat tempur udara sudah usang.

YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo melantik Laksamana Madya Yudo Margono sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Marsekal Madya Fadjar Prasetyo sebagai Kepala Staf Angkatan Udara ( KSAU). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/5/2020) pagi pukul 09.35 WIB. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID - Anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha, membeberkan beberapa pekerjaan rumah (PR) berat yang harus diemban Laksamana Yudo Margono sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) dan Marsekal Fadjar Prasetyo sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) yang baru dilantik Presiden Joko Widodo hari ini, Rabu (20/5/2020).

Syaifullah mengingatkan tugas berat Yudo menjaga teritorial laut Indonesia.

Dia mengatakan, ada banyak serbuan kapal nelayan asing memasuki wilayah kedaulatan Indonesia. Terlebih lagi, ada teritorial yang masih sengketa dengan negara tetangga sesama ASEAN dan China belakangan ini.

Diketahui, sengketa laut antara Indonesia dan China sempat memanas di perairan Natuna Utara. Puluhan kapal-kapal nelayan mereka yang dikawal pasukan penjaga pantai dan kapal perang fregat berlayar di perairan dekat Natuna, Kepulauan Riau, pada akhir Desember 2019 lalu.

"Tugas KSAL yang baru sangat berat. Mereka yang mengklaim sebagian wilayah [laut] kita adalah 'wilayahnya' terutama konflik perbatasan dengan Vietnam," kata Legislator Fraksi PPP DPR RI ini.

Jokowi Lantik Yudo Margono Sebagai KSAL dan Fadjar Prasetyo Jadi KSAU Gantikan 2 Orang Ini

Mantan KSAU Setia Pada Sumpah Prajurit

Resmi, Presiden Jokowi Ajukan KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto Calon Panglima TNI

Sementara untuk Fadjar, Syaifullah mengingatkan, ada banyak alat utama sistem pertahanan (alutsista) milik TNI AU yang sudah usang. Terutama pesawat-pesawat tempur. "Terutama pesawat tempur produksi Amerika dan Rusia," kata dia.

Selain itu, Syaifullah menyoroti posisi Laksamana Yudo Margono yang dilantik sebagai KSAL.

Apabila jabatan Panglima TNI konsisten dijabat secara bergiliran antarmatra TNI, maka Yudo memiliki peluang untuk menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto jika mendapatkan penugasan lain atau pensiun. 

Meski demikian, Legislator Dapil Kalsel itu menilai peluang KSAD Jenderal TNI Andhika Perkasa tetap lebih besar menggantikan Hadi sebagai Panglima TNI. Terlebih

lagi, Andhika merupakan jenderal senior dan lebih berpengalaman dibandingkan dengan KSAU dan KSAL yang baru dilantik hari ini

"Apalagi, jabatan Panglima TNI menurut UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia tidak mesti dijabat secara bergiliran bagi Unit Organisasi AD, AL dan AU," kata dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Rendy Nicko)

Penulis: Rendy Nicko
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved