Berita Hulu Sungai Selatan

Minum Disinfektan, 1 Warga Desa Kamawakan Kabupaten HSS Tewas, 3 Dirawat

Para korban meminum minuman yang dicampur terdiri dari disinfektan dan alohol di dekat Desa Kamawakan Kabupaten HSS sehingga mereka keracunan.

Shutterstock
Ilustrasi keracunan akibat minuman. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Pesta reunian remaja di Desa Kamawakan, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, berujung maut.

Satu remaja, Junet (18), tewas setelah pada  pesta itu mengonsumsi oplosan minuman energy dicampur disinfektan. Sedangkan dua orang lagi,  Rinto (22) dan Kurdi (20) kritis. Oleh warga, semua dibawa ke RS H Hasan Basry, Kota Kandangan, Kabupaten HSS.

Satu orang lagi, Anta (20), sudah dibolehkan pulang, setelah dirawat di Puskesmas Loksado dan kondisinya membaik.

Kepala Desa Kamawakan, Ardani, yang dihubungi Banjarmasinpost.co.id, Rabu (20/5/2020), menjelaskan, korban meninggal dunia sudah dimakamkan di Desa Kamawakan saat Rabu pagi. Sedangkan korban kritis masih dirawat di RS H Hasan Basry.

Mengenai kronologis kejadian, menurut Ardani, berawal saat korban Junet pulang kampung ke Kamawakan yang kemudian mengajak teman-temannya bertemu untuk reunian. Diketahui, Junet tinggal di Rantau, Kabupaten Tapin.

Wisatawan Sepi Warga Loksado Kabupaten HSS Fokus Panen Padi

Bupati HSS dan BNI Cabang Pembantu Kandangan Serahkan Kartu Prakerja Pendaftar Lulus

Malam Idulfitri, Pemkab HSS Bakal Gelapkan Pusat Kota Kandangan, Ini Tujuannya

Bupati HSS Pantau Rapid Test di Pasar Los Batu, Timkes Periksa Pedagang di Kandangan dan Nagara

Pengusaha Asal HSS Sumbang 1 Ton Beras untuk Warga Tedampak Covid-19

Tempat Pemrosesan Sampah Baru di Kabupaten HSS Mulai Difungsikan

Selanjutnya, mereka bertemu di Kantor Desa Kamawakan, Minggu (17/5/2020) sekitar pukul 21.00 wita.

Saat itu, kata Ardani, para aparat desa sedang sibuk membuat proposal untuk perbaikan jalan.

Sekitar pukul 22.00 Wita, mereka rupanya memanfaatkan pertemuan itu untuk pesta minuman.

“Informasi yang kami peroleh, mereka minum salah satu merek minuman energi dan mencampurnya dengan cairan disinfektan dan alkohol,” kata Ardani.

Dijelaskan, cairan itu sebenarnya tersedia di kantor desa untuk penyemprotan sehubungan dengan pencegahan virus corona.

“Aparat kami tidak ada yang tahu, kalau mereka mencampurnya untuk diminum,” ungkap Kades.

Setelah meminum  oplosan tersebut, kata Kades, empat remaja itu pulang ke rumah masing-masing.

Saat Selasa (19/5/2020) malam, sekitar pukul 22.00 Wita, korban Junet minta antar salah satu temannya, Agus, ke rumah Rinto.

Di rumah Rinto, mereka ngobrol. “Saat asyik ngobrol itu, tiba-tiba Junet merasakan perutnya mules, lalu langsung ambruk dan meninggal dunia,” kata Ardani. 

Kondisi perut mules juga dialami tiga temannya yang ikut minum oplosan saat reunian, hingga dibawa warga ke Puskesmas Loksado.

Namun, dua orang yaitu Kurdi dan Rinto kondisnya memburuk, sehingga saat Rabu (20/5/2020) sore dibawa ke RS H Hasan Basry. Sedangkan satunya lagi. Anta,  sudah diizinkan pulang.

Kapolsek Loksado, Iptu Ichwanul Muslimin, dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, menyatakan, korban meninggal dan kritis diduga setelah meminum cairan disinfektan yang sudah bercampur alkohol.

“Satu orang meninggal dunia, dua orang kritis dan satu orang sudah diiizinkan pulang setelah dirawat di Puskesmas Loksado. Dua orang lagi dibawa ke RS H Hasan Basry Kandangan,” kata Kapolsek.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved