Berita Tanahlaut

Hindari Kerumunan Pencairan BLT di Bank, Kades di Tala Disarankan Begini

Selain mewanti-wanti menghindari kerumunan, Sukamta juga mengingatkan pihak desa untuk tidak melakukan pemotongan bantuan tersebut.

HUMAS PEMKAB TALA UNTUK BPOST GROUP
Bupati Tala H Sukamta (kanan) dan Wabup Abdi Rahman bercakap-cakap dengan warga miskin di Tajaupecah yang hidupnya teramat bersahaja. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa maupun bantuan lainnya dari pemerintah pusat saat ini sedang ramai-ramainya berproses.

Hal tersebut kadang memunculkan persoalan tersendiri ketika secara bersamaan para pihak terkait melakukan pencairan di bank maupun kantor pos.

Potensi kerumunan pun menjadi terbuka.

"Ada kemarin itu saya melihat suasana di bank termasuk di kantor pos lumayan banyak orang. Memang kursi tunggu berjarak, tapi yang berdiri tak dapat kursi ya tampak berdekatan," ucap Armi, warga Pelaihari, Kamis (21/5/2020).

Kenapa Minta Maaf Waktu Idul Fitri ? Ceramah Ustadz Abdul Somad Jelang Lebaran 2020

Berikut Syarat Minimal Jumlah Makmum Salat Idul Fitri 2020 di Rumah, Perlukah Khutbah?

Nagita Slavina Ancam Raffi Ahmad Jika Langgar Hal Ini, Singgung Calon Adik Rafathar

Ia berharap hal tersebut menjadi perhatian Pemkab Tala.

Pasalnya saat ini dalam kondisi apa pun semua pihak mesti melakukan physical/sosial distance atau nenjaga jarak minimal satu meter.

Hal tersebut juga menjadi atensi khusus Bupati Tala H Sukamta.
Dirinya telah meminta kalangan kepala desa untuk melakukan pencairan uang BLT dana desa secara kolektif.

Dengan begitu potensi kerumunan dapat dihindarkan.

Penegasan itu kembali dilontarkan Sukamta saat melakukan penyerahan BLT dana desa di Desa Tajaupecah, Kecamatan Batuampar, akhir pekan tadi.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved