Berita Nasional

Isi Teks Pidato Soeharto saat Dipaksa Mundur Sebagai Presiden RI, Padahal Baru Terpilih ke-7 Kalinya

Presiden Soeharto menyampaikan pidato pengunduran diri sebagai Presiden RI tepat hari ini pada 21 Mei 1998

instagram/tututsoeharto
Presiden Soeharto menyampaikan pidato pengunduran diri sebagai Presiden RI tepat hari ini pada 21 Mei 1998 dan menandai berakhirnya era Orde Baru setelah berkuasa selama 32 tahun. 

Editor : Didik Trio Marsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Presiden Soeharto menyampaikan pidato pengunduran diri sebagai presiden, tepatnta hari ini 21 Mei, 22 tahun lalu,

Pidato yang dibacakan pada 21 Mei 1998 tersebut menandai berakhirnya era Orde Baru setelah berkuasa selama 32 tahun.

Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya, setelah sebelumnya terpilih kembali untuk ketujuh kalinya.

Mundurnya Soeharto merupakan puncak dari kerusuhan dan aksi protes di berbagai daerah dalam beberapa bulan terakhir ketika itu.

Pasien Virus Corona Diteror Hantu Saat Karantina, Ini Daftar Gejala Baru Covid-19

Penampakan 3 Balita Dekil & Kotor, Kelelahan Setelah Ikut Ibunya Jalan Kaki 10 Km Demi Sesuap Nasi

Kenakan Bikini dan APD Transparan, Perawat di Rusia Ini Terlihat Seksi Merawat Pasien Covid-19

Ayah Khabib Nurmagomedov Koma akibat Covid-19, Presiden Rusia pun Turun Tangan

Berikut isi pidato pengunduran diri Presiden Soeharto:

Dengan memperhatikan ketentuan Pasal 8 UUD 1945 dan setelah dengan sungguh-sungguh memperhatikan pandangan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat dan pimpinan fraksi-fraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, Kamis 21 Mei 1998.

Kabar mundurnya Soeharto saat itu disambut gembira oleh kerumunan massa yang telah menduduki Gedung DPR dan MPR.

Harian Kompas, 22 Mei 1998, menggambarkan, para mahasiswa yang mengerumuni pesawat televisi di Lobi Lokawirasabha DPR berteriak dan bersuka cita begitu mendengar Presiden Soeharto mundur.

Mereka berlarian ke tangga utama DPR sambil menyanyikan lagu Sorak-sorak Bergembira.

Seiring berkumandangnya lagu kebangsaan Indonesia Raya, mereka pun menaikkan bendera Merah Putih setengah tiang menjadi satu tiang penuh.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved