PSBB Kabupaten Banjar

Pasar Ahad Kertak Hanyar Disidak Dandim Martapura, Bubarkan Kerumunan Ingatkan Masker

Ketika langsung meninjau, Dandim melihat transaksi jual beli masih tidak melakukan standar PSBB jaga jarak dan terlalu dekat.

Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Eka Dinayanti
kodim martapura
kodim martpura saat sidak 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Hari kelima diterapkannya PSBB di Kota Martapura, Dandim 1006/ Mtp Letkol Arm Siswo Budiarto kembali bergerak melakukan pemantauan dan sidak ke Pasar Ahad Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar Rabu (20/5/2020) .

Pasar tersebut merupakan salah satu pusat keramaian di Kertak Hanyar.

Ketika langsung meninjau, Dandim melihat transaksi jual beli masih tidak melakukan standar PSBB jaga jarak dan terlalu dekat.

"Petugas dibagi dua, menyasar warga yang tidak mengenakan masker disaat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini. Bahkan jika menemukan kerumunan massa langsung dibubarkan," tegasnya.

Tante Ernie Sebut Dua Keinginan Ini Pasca Tahu Namanya Viral dan Dipuja Penggemar

Potret Cantik Indah Kusuma Penyanyi Juga Dokter Yang Bertugas di Masa Pandemi Covid-19

Panduan Mudah Buat Ketupat Nikmat Tak Gampang Basi Jelang Idul Fitri 2020, Ada 11 Tahapan

Kami tidak lagi memberikan masker karena itu sudah diberikan ketika sebelum ditetapkan PSBB,

“Sekarang sudah hampir sepekan PSBB, kita ingin tahu sudah sejauh mana tingkat kedisiplinan masyarakat mentaati protokol kesehatan COVID-19. Kita ingatkan agar sering cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, membawa disinfektan serta jaga kebersihan diri dengan menerapkan pola hidup sehat,” tandasnya.

Ada dua hingga beberapa pengunjung bahkan pedagang sendiri tidak mengenakan masker, mereka ditegur langsung dan diberi arahan.

Dandim mengatakan tidak main-main dan tak segan menindak, satu kali diingatkan dan terus mengabaikan, petugas akan menindak, kontan pengunjung tersebut terdiam.

Dia menilai, khusus pasar Ahad penerapan PSBB sudah berjalan baik.

Aturan operasional pasar yang sudah ditetapkan PSBB dari jam 08.00 Wita - 16.00 Wita dilaksanakan.

Bahkan para pedagang sudah mau mengerti bagi mereka penting bahwa masker alat pelindung diri perlu karena berhadapan langsung dengan pembeli.

Sementara Nurdiyah (39) pedagang yang merupakan warga Pemurus sangat mendukung PSBB.

Ia berharap PSBB tidak dilaksanakan terlalu lama.

"Kasihan kami berdagang kada tapi laku jualan, rugi," cetusnya.

Ketika ditanya, kenapa harus pakai masker pelindung diri standar, ia mengaku merasa nyaman.

"Lihat di televisi pina praktis pang, walaupun berkeringat sedikit namun aman, percikan liur dan bau mulut orang kada tercium," imbuhnya.

Ia beserta pedagang lain berharap sekali wabah ini hilang dan PSBB berakhir, agar aktivitas masyarakat kembali normal seperti biasa.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved