Berita Kabupaten Banjar

Video Guru dan Staf SMKN 3 Banjarmasin Bantu Bocah Penderita Hidrosefalus

Membantu keluarga seorang siswa tidak mampu dan adiknya menderita hidrosefalus, SMKN 3 Banjarmasin beri bantuan uang tunai untuk pengobatan.

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seorang bocah, Nur Rizky, hanya bisa tergolek lemah di kasur kecil di tengah rumah, Jalan Handil Bakumpai, Desa Manarap Baru,  RT 3 Nomor 25, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.

Anak ketiga dari pasangan Rusina dan Jamhuriani ini dikunjungi Kepala SMKN 3 Banjarmasin, H Muhammad Ali Muksin, Wakasek Humas Salmani, Ketua Unit Pengumpulan Zakat H Achmad Rizkon serta guru-guru PAI SMKN 3 Banjarmasin.

Menurut sang ibu, Rusina, waktu lahir kondisi putranya ini normal saja. Namun di hari ke-15, suhu tubuhnya tiba-tiba panas dan ada perubahan di kepalanya.

"Saya bawa ke puskesmas, setelah diperiksa petugas setempat lalu dianjurkan kebawa ke RSUD Ulin. Pas diperiksa di rumah sakit, anak saya dinyatakan menderita hidrosefalus," paparnya, Rabu (20/5/2020).

Hidrosefalus adalah penumpukan cairan di rongga otak, sehingga meningkatkan tekanan pada otak. Pada bayi dan anak-anak, hidrosefalus membuat ukuran kepala membesar. Sedangkan pada orang dewasa, kondisi ini bisa menimbulkan sakit kepala hebat.

VIDEO SMKN 3 Banjarmasin Gelar Pesantren Ramadan Online

Bantu Warga Terdampak Corona, Guru dan Staf SMKN 3 Banjarmasin Bagi Sembako

Jelang Ujian Nasional, 652 Siswa SMKN 3 Banjarmasin Khataman Alquran

Kunjungi SMKN 3 Banjarmasin, Rusdi Janji Akan Kembangkan Masjid Terbuka El Rusydi

Kalselpedia: Siswa SMKN 3 Banjarmasin Raih Penghargaan di Film Pendek dan Prestasi di Bidang ini

Kalselpedia: SMKN 3 Banjarmasin Punya Ragam Ekstrakurikuler, Ada Jumat Taqwa hingga Jumat Peduli

Dijelaskan Rusina, walau tak ada biaya, tetap berusaha menyembuhkan penyakit anaknya dengan melakukan operasi sebanyak lima kali mengeluarkan cairan di otak kepalanya.

"Suami saya hanya bekerja mengambil jasa upah servis kendaraan. Tak ada modal untuk membeli onderdil dan sparepart kendaraan. Jadi, penghasilan tak menentu dan hanya bisa buat biaya hidup sehari-hari," katanya.

Sewaktu biaya operasi melalui BPJS dan ada juga bantuan orang lain, termasuk ada yang membelikan tabung oksigen buat anaknya.

"Saya juga sempat menunggak bayar BPJS akibat ketiadaan biaya, tapi akhirnya ada yang membantu melunasi," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved