Berita Jakarta

200 Juta Data Kependudukan Dibocorkan Hacker, KPU: Itu Softfile DPT Pemilu 2014

KPU menindaklanjuti informasi mengenai kebocoran data yang tengah beredar dan sebut itu softfile DPT Pemilu 2014

kompas.com
Ilustrasi Hacker bongkar data KPU 

Editor : Didik Trio Marsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Viryan Azis mengaku tengah melakukan penelusuran terhadap dugaan bocornya jutaan data kependudukan warga Indonesia yang ada dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2014.

Menurut Viryan, pihaknya juga tengah mengecek kondisi server data KPU untuk menindaklanjuti informasi mengenai kebocoran data yang tengah beredar.

"KPU RI sudah bekerja sejak tadi malam menelusuri berita tersebut lebih lanjut, melakukan cek kondisi internal atau server data dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," kata Viryan saat dihubungi, Jumat (22/5/2020).

109 Tenaga Medis Dipecat: 14 Dokter Spesialis 8 Dokter Umum 33 Perawat, Bupati: Kita Cari yang Baru

KRONOLOGI Video Habib Umar Assegaf Asal Bangil Cekcok dengan Petugas PSBB, Ucapan Kasar Sang Habib

Apa Hukumnya Tanpa Khutbah Salat Idul Fitri 1441 H di Rumah? Begini Panduan Lengkapnya

Viryan menyebutkan bahwa data yang beredar diduga merupakan softfile DPT Pemilu 2014 dengan metadata 15 November 2013.

Menurut dia, sesuai dengan bunyi regulasi, softfile data KPU memang bersifat terbuka.

"Softfile data KPU tersebut, format pdf, dikeluarkan sesuai regulasi dan untuk memenuhi kebutuhan publik bersifat terbuka," ucap Viryan.

Regulasi yang dimaksud merujuk pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum.

Pasal 38 Ayat (5) menyebutkan bahwa "KPU kabupaten/kota wajib memberikan salinan daftar pemilih tetap sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) kepada partai politik peserta pemilu di tingkat kecamatan dalam bentuk salinan softcopy atau cakram padat dalam format yang tidak bisa diubah paling lambat 7 (tujuh) hari setelah ditetapkan".

Viryan pun berjanji akan segera menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai hal ini.

"Informasi lebih lanjut akan disampaikan kemudian," kata dia.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved