Berita Tapin

Baznas Tapin Belum Maksimal Garap Potensi Zakat ASN

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tapin,belum maksimal meningkatkan potensi infak, zakat dan sadaqah ASN

BANJARMASINPOST.co.id/ibrahim ashabirin
lustrasi-Baznas Tapin menyalurkan zakat untuk fakir miskin, kaum duafa, lansia, dan mualaf. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) belum maksimal meningkatkan potensi infak, zakat dan sadaqah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapin.

Hal itu dikatakan Sekretaris Baznas Kabupaten Tapin, H Arwanie Hanief menyikapi target penerimaan Baznas Tapin tahun ini.

"Kami ditarget Baznas Kalsel tahun ini, Rp 1,6 miliar. Cuma belum terpenuhi khususnya potensi zakat profesi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapin," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Jumat (22/5/2020).

H Arwanie Hanief mengaku zakat yang terhimpun saat ini baru dari pengusaha perorangan dan zakat profesi dari organisasi dokter.

Positif Covid-19 asal Tapin Naik 32 Kasus, Terjangkit dari Kontak Erat

Baznas Tapin Bagi Sembako untuk Warga Disabilitas

MUI dan Kemenag Tapin Bikin Seruan Bersama, Imbau Warga Salat Ied di Rumah

Mutasi pejabat instansi vertikal di Kabupaten Tapin turut mempengaruhi potensi penerimaan zakat, infak dan sadaqah yang dikelola Baznas Kabupaten Tapin.

Menurut Arwanie Hanief, sebelum mutasi jabatan di lingkungan Polres Tapin, Kapolres Tapin selalu menyerahkan pengelolaan zakatnya kepada Baznas Tapin senilai Rp 50 juta.

"Tahun ini, Baznas Tapin tidak menerima karena Kapolres sudah mutasi ke Polres tetangga. Otomatis zakat profesi pak Bagus tidak disalurkan lagi ke Baznas Tapin," katanya.

Sembako untuk Guru Pesantren dan TK Al Quran se Tapin Dibagikan

Kunjungi Pos Pantau Covid-19 di Perbatasan, Begini Pesan Bupati Tapin

Arwanie Hanief mengaku selama jabatan Bupati Tapin dijabat Idis Nurdin Halidi, Baznas Kabupaten Tapin selalu mengelola zakat profesi kepala daerah.

"Seingat saya selama dua periode itu setiap tahun zakat beliau selalu naik 10 juta. Setahun menjabat zakatnya Rp 20 juta," katanya. (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved