Breaking News:

PSBB di Banjarmasin

Dharma Putra Sarankan PSBB di Banjarmasin Diperpanjang Disertai Ancaman Hukuman ini

Selama penerapan PSBB selalu terjadi peningkatan kasus bila dilihat dari sudut pandang indikator epidemiologi.

Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, Minggu (17/5/2020). 

Dengan cara adanya ancaman hukuman dan pengawasan yang ketat, dengan melibatkat peran serta masyarakat.

“Tapi diperpanjangnya itu dengan amat ketat, sehingga semua masyarakat bisa tinggal di rumah. Supaya bisa tinggal di rumah tentunya disertai dengan ancaman hukuman dan kontrol yang ketat, melibatkan masyarakat misal Ketua RT,” tambahnya.

Terpisah Wakil Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan dan penanganan Covid 19 Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq mengemukakan juga soal evaluasi PSBB, khususnya di Kota Banjarmasin yang belum optimal untuk menekan penyebaran Covid-19 dan masih lemah.

“Akan tetapi selemah apapun itu, PSBB merupakan aspek legal untuk mencegah kerumunan orang,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya hanya memeriksa orang yang mau melintas di jalan.

Kedepan fokus bisa pindahkan ke pasar, tempat ibadah dan tempat-tempat kerumunan.

Pria yang juga Kadishut Kalsel itu menjelaskan kalau PSBB jika hanya memeriksa lalu lalang kendaraan yang mau masuk dan keluar dinilai tidak efektif.

“Malah yang terjadi justru kekacauan transportasi. Sementara sebagian angkutan adalah moda logistik dan jalan merupakan urat nadi transportasi,” kata Hanif. (edisi cetak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved