Berita Bisnis

Efek Covid-19, Pebisnis Parcel Lebaran di Banjarmasin Alami Penurunan Permintaan

Di Banjarmasin, bisnis parcel tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19, sebagian besar pebisnis membuat sesuai pesanan dari customer.

Istimewa/Ummu Fatih.
Pebisnis parcel sedang mengemas parcel pesanan customer. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pandemi Covid-19 di Indonesia membuat sejumlah sektor usaha terpuruk.

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang biasanya tetap berjalan di tengah krisis ekonomi pun semakin terbatas di tengah pembatasan sosial bersekala besar (PSBB).

Di Banjarmasin, bisnis parcel tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19, sebagian besar pebisnis membuat sesuai pesanan dari customer.

"Hampir terjual 100 parcel hingga saat ini. Namun dibanding tahun lalu mengalami penurunan. Customer juga lebih mementingkan sembako daripada membeli parcel," jelas pebisnis parcel lebaran, Ummu Fatih kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (23/5/2020).

Bacaan Doa Niat Zakat Fitrah Idul Fitri 2020 Diri Sendiri dan Keluarga, Cek Juga Cara Bayar Fidyah

Heboh Keluarga Pasien Diminta Biaya Rp 3 Juta Pemulasaraan Jenazah PDP Corona, Ini Faktanya

Kelakuan Aneh Raffi Ahmad Gegara Ikuti Putri Uya Kuya, Kakak Syahnaz & Nisya Sampai Ucap Istigfar

Ia menjual parcel mini coklat isi enam toples dan aneka kue kering.

Isi parcel tersebut di antaranya biskuit, aneka coklat, aneka jelly, nastar, putri salju, kue kacang, dan lain-lain.

Ummu Fatih tidak membuat sendiri isi parcel tersebut, melainkan disuplai dari agen-agen terdekat di Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Untuk pengiriman dikenakan ongkos kirim kisaran Rp 10.000-15.000 untuk area Banjarmasin, Banjarbaru, dan Martapura, bisa pula lewat ekspedisi," tukasnya.

Pandemi Covid-19 juga berimbas pada pengrajin rotan di Banjarmasin.

Halaman
12
Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved